Kumparan Logo

4 Alasan Anak Perlu Diajari Berpelukan

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu dan anak berpelukan. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak berpelukan. (Foto: Shutterstock)

Sering berpelukan dengan anak punya banyak manfaat penting untuk tumbuh kembangnya. Tak hanya sebagai wujud kasih sayang, berpelukan bisa menunjang kecerdasan dan perkembangan karakternya.

Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan cara berpelukan yang tepat dan sesuai pada tempatnya pada anak. Ingat, tidak semua pelukan bisa membuat orang lain nyaman.

Studi menemukan bahwa hanya sentuhan seperti pelukan lembut saja yang bisa memberikan stimulasi positif yang dibutuhkan otak si kecil untuk tumbuh sehat dan cerdas.

Lalu apa saja yang perlu Anda ajarkan ke anak?

1. Berpelukan harus membuatnya merasa nyaman

Ilustrasi ibu dan anak berpelukan. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak berpelukan. (Foto: Shutterstock)

Ibu perlu menjelaskan pada anak bahwa pelukan dapat membuat seseorang tersenyum dan bahagia atau membuat seseorang sedih, tergantung pada siapa dia berpelukan.

Peluk anak dan katakan padanya bahwa berpelukan seharusnya membuatnya merasa baik dan bahagia seperti yang dia rasakan saat Anda memeluknya. Jika berpelukan dengan seseorang membuat si kecil tidak nyaman, ia boleh menghentikannya. Anak berhak menolak memeluk atau menerima pelukan dari siapa pun yang dia tidak mau, termasuk saudara kandungnya dan orang dewasa lainnya.

2. Memeluk juga ada teknik atau caranya

Ilustrasi ibu dan anak berpelukan. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak berpelukan. (Foto: Shutterstock)

Tunjukkanlah pada anak cara memeluk yang benar. Anda bisa mencontohkannya dengan menunduk dan melilitkan tangan di tubuh si kecil. Menunjukkan pada anak cara berpelukan yang benar penting, agar orang lain yang diajak berpelukan nyaman.

Tekankan bahwa dia tidak boleh menyentuh orang lain di area yang dapat membuat mereka merasa tidak nyaman. Ingatkan pula pada si kecil agar tidak memeluk seseorang terlalu erat. Hal itu bisa menyakitkan atau membuat orang yang dipeluk merasa tidak nyaman.

3. Berpelukan merupakan tanda mencintai dan dicintai

Ilustrasi ibu dan anak berpelukan. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak berpelukan. (Foto: Shutterstock)

Ajarkan pada anak bahwa berpelukan adalah tanda mencintai dan dicintai. Anda bisa memeluk anak sesering mungkin untuk menunjukkan bahwa Anda mencintai si kecil. Katakan pula pada anak bahwa ia pun tak perlu ragu untuk memeluk ayah, ibu atau orang-orang di sekitarnya sebagai wujud rasa kasih sayang.

4. Tanyakan ke guru apakah berpelukan boleh dilakukan di sekolah

Ilustrasi anak sekolah. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sekolah. (Foto: Thinkstock)

Coba hubungi pihak sekolah dan tanyakan apakah berpelukan boleh dilakukan di sekolah. Beberapa sekolah mengizinkannya, tapi beberapa lainnya melarang menunjukkan rasa kasih sayang dengan sentuhan fisik. Hal tersebut biasanya dilakukan untuk menghindari rasa ketidaknyamanan dan kejadian-kejadian di luar batas yang mungkin terjadi.

Jika lingkungan sekolah anak tidak mengizinkan, maka Anda harus memberi penjelasan ke anak, bahwa ia hanya boleh menunjukkan kasih sayang dengan berpelukan di rumah bukan di sekolah.