5 Jenis Keguguran yang Perlu Anda Tahu

Keguguran jadi kondisi yang paling ditakutkan oleh pasangan yang telah menanti kehadiran buah hati. Kondisi ini menyebabkan kehamilan berhenti, sebelum usia kehamilan calon ibu mencapai 20 minggu.
Penyebabnya bisa beragam, Moms. Mengutip laman What To Expect, keguguran merupakan cara tubuh mengakhiri kehamilan yang berjalan secara tidak beres. Merangkum dari laman What To Expect, berikut 5 jenis keguguran tersebut, di antaranya:
Kehamilan kimiawi
Dikenal juga sebagai keguguran yang kerap terjadi pada usia sangat muda, yaitu sel telur yang telah dibuahi tapi tidak menempel pada rahim. Meski begitu, kehamilan kimiawi dapat meningkatkan hormon kehamilan (hCG) dan menampilkan tanda positif, saat ibu hamil mengeceknya lewat test pack. Sayangnya, saat melalui tes USG, baru didapati bahwa plasenta dan kantung embrio tidak terdeteksi.
Kehamilan Kosong
Kehamilan kosong atau kehamilan tanpa embrio adalah sebutan bagi sel telur yang dibuahi, menempel di dinding rahim, lalu mulai mengembangkan plasenta, tetapi kemudian gagal berkembang menjadi embrio.
Ancaman keguguran
Atau disebut Abortus imminens, yaitu ibu hamil mengalami perdarahan yang oleh dokter, bisa saja jadi suatu ancaman keguguran. Namun pada kasus ini, masih ada harapan untuk tetap menjalani kehamilan sampai si kecil lahir dengan selamat, selama Anda mengikuti arahan dari dokter Anda.
Keguguran yang tak dapat terhindarkan
Jika ibu hamil mengalami perdarahan yang banyak dan tampak leher rahimnya terbuka, maka ini merupakan 'keguguran yang tak dapat terhindarkan'. Ketika leher rahim terbuka merupakan cara tubuh 'bersih-bersih' dari kehamilan dan tak bisa dihentikan.
Keguguran yang terlewatkan
Dalam suatu waktu, ibu hamil bisa mengalami keguguran tanpa pendarahan sekalipun. Pada kasus ini, Anda tak akan menyadarinya, sampai diketahui ketika cek kehamilan ke dokter, sebab hasil dari USG tidak ditemui detak jantung.
