Kumparan Logo
Ilustrasi ASI Perah
Kenapa ASI perah tak boleh disimpan dengan makanan lain di kulkas?

5 Tips Siapkan Freezer ASI Sebelum Mati Listrik Lagi

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi ASI perah beku di dalam freezer Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ASI perah beku di dalam freezer Foto: Shutter stock

Saat terjadi mati listrik massal, tak sedikit ibu menyusui yang resah memikirkan nasib persediaan ASI perah yang disimpannya di kulkas atau freezer. Inginya sih, hari ini sudah bernapas lega. Tapi nyatanya, PT PLN (Persero) hingga kini belum bisa memastikan kapan pemadaman bergilir akan selesai. Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan bahwa pemadaman listrik masih akan terjadi hari ini, Senin (5/4).

Tapi terus menerus resah apalagi sampai stres juga tidak akan mengubah apa-apa, Moms! Farahdibha Tenrilemba, Wakil Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengingatkan ibu menyusui harus terus berpikir positif.

"Insya Allah, diberi gantinya lebih banyak. Bayinya juga bisa menyusu langsung. Yang penting, saat mati listrik atau apapun yang terjadi, 'sumber ASI-nya' (ibu) tidak stres!" ujar Farahdibha.

Lebih baik, manfaatkan waktu yang ada sekarang untuk menyiapkan kulkas atau freezer yang dipakai untuk menyimpan ASI perah agar lebih siap bila terjadi pemadaman atau listrik mati lagi.

Apa saja yang bisa kita lakukan?

ilustrasi asi perah di dalam freezer Foto: Shutterstock
  1. Lapisi dinding kulkas atau freezer dengan kertas koran. Ini dapat membantu menahan perubahan suhu bila listrik mati.

  1. Dekatkan seluruh botol atau plastik ASI perah. Kumpulkan di satu titik atau bila mungkin rapatkan. Saat listrik mati, botol-botol ini akan saling mendinginkan satu sama lain.

  2. Isi laci atau celah yang kosong di dalam kulkas atau freezer dengan blue ice/ice gel. Semakin banyak, semakin baik. Bila tidak punya, Anda bisa membuat es batu dari plastik minuman. Isi freezer akan lebih tahan beku dengan kondisi yang padat-rapat.

  3. Mulai cari tahu keluarga atau teman yang rumahnya memiliki genset dan freezer yang bisa dititipi ASI.

  4. Siapkan juga tas khusus ASI, cooler bag atau cooler box. Taruh dekat kulkas atau freezer. Bila betul-betul harus 'mengevakuasi' ASI perah ke tempat keluarga atau teman, Anda jadi tidak perlu bingung lagi mencarinya.

kumparan post embed