kumparan
11 Sep 2019 14:11 WIB

6 Komplikasi yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil di Trimester Kedua

Ilustrasi komplikasi kehamilan trimester kedua. Foto: Thinkstock
Memasuki trimester kedua, biasanya ibu hamil sudah bisa menikmati masa-masa kehamilannya. Rasa mual dan muntah yang dulu menganggu, kini berangsur hilang. Anda pun biasanya akan merasa lebih sehat, seksi, dan berenergi karena suasana hati juga mulai membaik.
ADVERTISEMENT
Pada masa ini, bayi di dalam kandungan mulai tumbuh lebih besar dan lebih kuat. Kebanyakan ibu hamil pun merasa trimester kedua ini jauh lebih mudah dijalani daripada trimester pertama. Meski trimester kedua adalah masa yang kehamilan yang paling nyaman, namun Anda juga perlu mewaspadai beberapa komplikasi yang bisa terjadi, Moms.
Dilansir Healthline, berikut adalah beberapa komplikasi yang harus diwaspadai ibu hamil di trimester kedua:
Pendarahan
Keguguran pada kehamilan trimester kedua memang jarang terjadi. Namun Anda harus mulai waspada ketika mengalami pendarahan, sebab itu adalah tanda pertamanya. Keguguran pada trimester kedua atau sebelum kehamilan memasuki 20 minggu, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, Moms.
Seperti serviks tidak kuat, sehingga menyebabkan keguguran; penyakit autoimun, lupus atau scleroderma; dan kelainan kromosom pada janin. Nah Moms, jika Anda sudah mengalami tanda pendarahan, sebaiknya tetap tenang dan konsultasikan ke dokter hal apa yang menyebabkan pendarahan pada Anda.
Ilustrasi ibu akan menghadapi persalinan prematur. Foto: Shutterstock
Persalinan Prematur
ADVERTISEMENT
Persalinan prematur juga bisa terjadi pada kehamilan trimester kedua. Adapun kondisi ini disebabkan oleh infeksi kandung kemih, terlalu banyak merokok, atau kondisi kesehatan kronis seperti diabetes atau penyakit ginjal. Persalinan prematur ini bisa terjadi ketika kehamilan belum masuk minggu ke-38.
Gejala persalinan prematur pada trimester kedua memang tidak terlalu dirasakan. Namun Anda perlu waspada jika merasakan tekanan vagina, nyeri punggung bawah, sering buang air kecil, diare, sering keputihan, dan sesak di perut bagian bawah. Dalam kasus lain, ibu hamil pun bisa merasakan kontraksi yang menyakitkan, adanya kebocoran cairan dari vagina, hingga pendarahan vagina.
Pecah Ketuban Dini
Ketuban pecah saat menjelang persalinan adalah sesuatu yang normal. Tapi Anda harus waspada ketika ketuban pecah sebelum waktunya atau yang disebut dengan ketuban pecah dini. Hal ini bisa menyebabkan masalah serius pada bayi. Belum jelas apa penyebab ketuban bisa pecah sebelum waktunya melahirkan, namun dalam banyak kasus sumber masalahnya adalah infeksi pada membran.
ADVERTISEMENT
Pecah ketuban di trimester kedua kehamilam, bisa menyebabkan kelahiran prematur pada bayi. Bayi yang lahir antara minggu ke-24 dan ke-28 kehamilan, berisiko mengalami masalah medis jangka panjang terutama penyakit paru-paru, Moms.
Insufiensi Serviks
Seringkali serviks, yakni jaringan yang menghubungkan vagina dan rahim tidak mampu menahan tekanan rahim yang tumbuh selama kehamilan. Tekanan yang meningkat bisa melemahkan serviks sehingga menyebabkan pembukaan sebelum bulan kesembilan. Kondisi inilah yang disebut dengan insufiensi serviks.
Kondisi ini pun bisa menyebabkan komplikasi serius pada trimester kedua kehamilan. Pembukaan dan penipisan serviks akhirnya menyebabkan pecahnya membran dan kelahiran janin yang sangat prematur sehingga kerap kali janin tak terselamatkan. Ini terjadi sekitar minggu ke-20 kehamilan.
Ilustrasi preeklampsia. Foto: Shutterstock
Preeklampsia
Meskipun preeklampsia ini biasa terjadi selama trimester ketiga pada kehamilan pertama, namun beberapa orang ternyata bisa mengalami kondisi ini selama trimester kedua. Penyebabnya bisa karena si ibu tekanan darah tinggi, proteinuria, dan edema berlebihan.
ADVERTISEMENT
Gejala preeklampsia ini dimulai dari pembengkakan cepat pada kaki, tangan, atau wajah Anda. Namun segera hubungi dokter jika sudah mengalami sakit kepala yang tak hilang setelah minum acetaminophen, penglihatan kabur, ada sensasi melayang atau meihat bintik-bintik ketika melihat, rasa sakit yang hebat pada sisi kanan perut, dan mudah memar.
Cedera
Sebaiknya Anda harus berhati-hati pada kehamilan trimester kedua ini. Sebab beberapa ibu hamil mudah kehilangan keseimbangan. Misalnya jika Anda ke kamar mandi, berhati-hatilah melangkah, jika terpeleset hal tersebut bisa sangat berbahaya bagi kehamilan Anda, Moms.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·