Pencarian populer

7 Hal yang Bisa Menjatuhkan Harga Diri Suami

com-Pasangan Relationship Goals (Foto: Thinkstock)

Resmi menikah, suami otomatis jadi orang terdekat Anda. Tak lagi hanya menjadi kekasih, ialah kini sahabat terdekat dan rekan setia Anda dalam mengasuh anak maupun menghadapi orang tua atau mertua.

Karena begitu dekat, Anda mungkin sudah tidak lagi merasa perlu jaga image (jaim) di depannya. Tapi karena lupa jaim ini juga tanpa sadar Anda bisa saja jadi semena-mena, dan tanpa sadar melukai perasaan atau menjatuhkan harga dirinya.

Coba cek dulu, Moms! Apakah Anda sering melakukan hal-hal di bawah ini?

1. Memarahi Suami di Depan Umum

Lampiaskan rasa marah (Foto: Thibkstock)

Sekalipun suami melakukan hal yang Anda tidak sukai di depan umum, tahan untuk memarahinya saat itu juga. Baik pria maupun wanita, siapa sih, yang mau diperlakukan begitu di depan umum? Maksudnya di depan umum ini termasuk di depan teman-teman atau keluarga juga, lho.

Bila ada perbuatannya yang mengganggu Anda, ingatkan saja suami dengan tetap sopan dan santai. Atau tahan sampai Anda dapat membicarakannya berdua di rumah.

2. Curhat Urusan Rumah Tangga

Ilustrasi gosip (Foto: Thinkstock)

Tidak ada rumah tangga yang tidak pernah mengalami masalah. Begitu juga dengan rumah tangga Anda. Tapi menceritakan keburukan rumah tangga ke keluarga besar atau ke teman-teman justru dapat semakin memperkeruh keadaan.

Lain soal bila suami melakukan kekerasan terhadap Anda ya, Moms. Bila ini yang terjadi, Anda tidak perlu curhat tapi harus segera cari bantuan. Baik itu menemui psikolog atau konsultan pernikahan, atau bila perlu laporkan kekerasan yang Anda alami pada polisi.

3. Membandingkan Kondisi dengan Tetangga Sebelah

Liburan akhir pekan (ilustrasi). (Foto: Thinkstock)

Suami dan Anda sudah bekerja luar biasa demi kesejahteraan keluarga. Meski begitu, bila Anda melihat keluar, rumput tetangga kok tampak lebih hijau ya? Ini wajar saja, semua orang tentu ingin memperoleh yang lebih baik.

Namun terus menerus membandingkan kondisi keluarga Anda dengan tetangga, teman atau saudara juga tidak berguna. Suami bisa merasa Anda menyerang harga dirinya dan tidak menghargai jerih payahnya.

Kalau Anda memimpikan liburan ke luar negeri seperti tetangga atau ingin punya mobil baru seperti sahabat Anda, coba bicarakan dengan suami untuk mulai mengatur anggaran. Ini lebih positif dan nyata hasilnya.

4. Melibatkan Keluarga Besar dalam Urusan Rumah Tangga Anda

Ilustrasi kumpul keluarga (Foto: Thinkstock)

Ketika ada masalah atau Anda hendak membuat keputusan besar, suami semestinya jadi orang yang pertama tahu dan dilibatkan. Mulai dari urusan si kecil akan masuk sekolah mana, beli rumah di mana, dan sebagainya.

Bayangkan, betapa sedih rasanya kalau semua urusan rumah tangga Anda harus direcoki oleh keluarga? Suami akan merasa dipandang tidak mampu sebagai kepala keluarga. Jadi selama masih mampu, coba selesaikan berdua saja.

5. Menentang Suami di Depan Anak

Situasi keluarga dengan stress tertinggi (Foto: Thinkstock)

Konflik memang biasa terjadi di dalam keluarga. Namun, saat Anda sedang tidak setuju dengan suami, jangan sekali-kali menentangnya dengan keras di depan anak. Ini juga bisa membuat suami merasa tidak dihargai.

Sampaikan selalu pendapat Anda lengkap dengan alasannya dengan cara sopan dan baik-baik. Ini juga akan menjadi contoh yang baik untuk anak.

6. Meledek di Depan Teman-temannya

com-Ngobrol Seru (Foto: Thinkstock)

Mungkin Anda tidak sadar ini, membicarakan kebiasaan atau fisik suami buat dijadikan bahan tertawa di depan teman-teman. Suami mungkin terlihat ia juga ikut tertawa, tapi sebetulnya bisa saja ia tidak nyaman kalau badannya yang gemuk atau kurus harus dibahas di depan umum.

Belum lagi kebiasaan dia mendengkur atau mata terbuka saat tidur yang orang lain harus tahu. Jadi tidak perlu diteruskan ya, Moms.

7. Membanggakan Gaji Anda yang Lebih Besar

Pasangan harus tahu gaji masing-masing. (Foto: Thinkstock)

Zaman sekarang, adalah lumrah baik suami dan istri yang sama-sama bekerja. Tidak jarang juga penghasilan istri lebih besar. Namun, jangan sekali-sekali membandingkan maupun menuntut suami agar cepat-cepat cari pekerjaan yang penghasilannya lebih besar dari Anda.

Lebih baik tetap saling dukung dengan profesi masing-masing, dan bekerja sama memenuhi kebutuhan keluarga.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60