kumparan
31 Jan 2019 15:04 WIB

Alami Sesak Napas saat Hamil, Saphira Indah Meninggal Dunia

Saphira Indah (Foto: Instagram/@saphira_indah)
Dunia hiburan tengah berduka, Saphira Indah, pemeran Uni pada film 'Eiffel I'm In Love' meninggal dunia dalam kondisi hamil, pada Rabu (30/1) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Nama Saphira Indah mulai dikenal sejak ia membintangi film 'Eiffel I'm in Love'. Saphira kemudian kembali membintangi film 'Virgin 3: Satu Malam Mengubah Segalanya'. Selain itu juga sinetron 'Ganteng-Ganteng Serigala' pernah dibintanginya di tahun 2015.
Belakangan, Saphira sudah jarang berada di layar kaca. Ternyata ini karena sejak hamil ia sengaja mengurangi aktivitasnya di dunia hiburan dan memilih untuk bekerja membantu suami. Usia kandungan Saphira sendiri diketahui sudah masuk 6 bulan.
"Iya, hamil (usia kandungan) masuk enam bulan. Lumayan gede," ujar sang suami, Rico Hidros Daeng alias Ai saat berada di rumah duka di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (31/1).
Ai juga menceritakan bahwa istrinya tidak memiliki riwayat penyakit ganas. Menurutnya, Saphira pun selalu rutin ke dokter untuk cek kandungan dan tidak ada masalah.
ADVERTISEMENT
"Enggak ada sakit yang gimana. Cuma sesak (napas) biasa doang. Tapi selama lima hari, hari kelima fatal. Jadi ada masalah pernafasan di paru-paru. Jadi enggak ada keluhan sakit yang gimana," ungkap Ai.
Saphira Indah (tengah) saat acara tasyakuran 4 bulanan. (Foto: Instagram/@saphira_indah)
Sampai tulisan ini diturunkan, gangguan pernafasan pada paru-paru yang disebut oleh suami Saphira Indah, belum diketahui secara pasti. Tapi mengutip laman Medical News Today, sesak napas sebenarnya merupakan gejala yang umum terjadi saat hamil.
Pada trimester kedua, seperti usia kehamilan Saphira Indah, umumnya ibu hamil mengalami sesak napas karena desakan rahim yang semakin membesar sehingga menekan organ dalam calon ibu dan kerja jantung yang harus memompa lebih keras, untuk mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh dan plasenta.
ADVERTISEMENT
Hormon kehamilan juga merangsang pusat pernapasan untuk meningkatkan frekuensi cepat atau lambat serta intensitas dalam atau dangkal napas Anda dibanding kondisi saat belum hamil. Hasilnya, ibu hamil mudah merasa sesak nafas walaupun sebenarnya hanya melakukan kegiatan yang tidak terlalu berat.
Meski begitu, penyebab sesak napas saat hamil juga bisa terjadi karena faktor lainnya. Misalnya riwayat penyakit seperti asma, kardiomiopati peripartum atau kelainan yang sebabkan gagal jantung, dan emboli paru (kondisi ketika arteri pulmonalis mengalami penyumbatan) juga turut memengaruhi.
Yang pasti, saat Anda merasa sesak napas hingga terasa berat, dan mengalami setidaknya satu dari ciri-ciri berikut: bibir, jari, dan jari kaki membiru, jantung bedebar kencang, ada suara mengi, maka segera ke dokter.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan