Pencarian populer

Anak Takut Disunat, Orang Tua Harus Bagaimana?

Ilustrasi sunat anak laki-laki. Foto: Shutterstock
Ada saja drama yang mungkin terjadi saat Anda berencana melakukan sunat anak laki-laki. Misalnya saja, di usia sekolah, anak sudah punya rasa takut untuk disunat.
ADVERTISEMENT
Ia tahu apa itu sunat dan mungkin saja membayangkan prosesnya yang bisa jadi menyakitkan. Jika sudah begitu, si kecil biasanya jadi tidak berani dan menolak untuk disunat. Lantas, orang tua harus bagaimana?
ibu dan anak laki-laki Foto: Shutterstock
Moms, di usia sekolah, sekitar 5-13 tahun, anak sudah bisa diajak berkomunikasi. Cobalah untuk memberikan pengertian padanya kalau sunat punya banyak manfaat untuk dirinya. Misalnya saja untuk menghindari risiko terjadinya infeksi saluran kemih atau kanker penis. Jelaskan menggunakan bahasa yang sekiranya mudah dipahami si kecil, Moms.
"Itulah kenapa sunat anak sebaiknya dilakukan saat masih bayi. Selain penyembuhannya lebih cepat, juga tidak akan menimbulkan trauma. Kalau anak sudah di usia sekolah, kita bisa berkomunikasi dulu sama anak sebelum sunat, dan jangan lupa kasih motivasi," kata dr. Encep Wahyudin, salah satu praktisi sunat di Rumah Sunat dr. Mahdian.
Ilustrasi sunat anak laki-laki. Foto: Shutterstock
Selain memberikan penjelasan tentang manfaat sunat pada anak, Anda juga bisa memilih teknologi sunat yang minim rasa sakit untuk si kecil. Misalnya saja, metode anestesi sunat tanpa jarum suntik yang tidak akan membuat anak merasa sakit.
ADVERTISEMENT
"Orang tua bisa memilih metode yang minim rasa sakit untuk anak. Lalu, jelaskan ke anak metode tersebut. Katakan padanya, kalau bius sunat tanpa jarum suntik itu tidak menyakitkan, karena sebenarnya yang buat sakit saat disunat itu ya pas disuntik," papar dr. Encep.
Nah Moms, yang juga perlu diperhatikan, pilih juga tenaga medis sunat yang ramah anak. Hal itu bisa membuat si kecil lebih nyaman dan rileks saat akan disunat.
"Pilih tenaga sunat yang tidak menyeramkan. Kadang anak lihat tenaga sunat pakai jas putih saja sudah takut, jadi memang harus dilihat juga penampilan si dokter sebaiknya tidak menyeramkan untuk anak. Hal itu penting untuk memancing keberaniannya," ungkap dr. Encep.
ADVERTISEMENT
------------------------------------------------------------------------
Masih ada artikel-artikel lain tentang sunat anak yang kumparanMOM siapkan untuk Anda. Agar betul-betul paham, yuk baca habis semuanya!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85