kumparan
19 Sep 2019 11:16 WIB

Bayi Baru Lahir Tidak Berkeringat, Perlukah Orang Tua Waspada?

bayi baru lahir Foto: Shutterstock
Cuaca panas, tidak ada angin, AC rusak, tapi bayi Anda yang baru lahir tetap tak berkeringat! Seolah-olah tak peduli seberapa panasnya, si kecil tampak 'baik-baik' saja. Pernahkah Anda menemukan kondisi seperti ini?
ADVERTISEMENT
Bila ya, wajar bila Anda khawatir, apalagi bila ia merupakan anak pertama Anda. Namun ketahuilah, kalau kekhawatiran Anda sebenarnya tidak beralasan. Pasalnya, bayi yang baru lahir memang bisa dikatakan hampir tidak berkeringat selama beberapa minggu pertama kehidupannya.
Ya Moms, mengutip Live Science, itu karena kelenjar keringat belum berfungsi sepenuhnya. Manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat, yang disebut kelenjar ekrin dan apokrin, yang keduanya terbentuk pada bayi baru lahir walaupun mereka belum memproduksi keringat.
Itu sebabnya, dalam cuaca sepanas apa pun, bayi yang baru lahir hampir tidak pernah mengeluarkan keringat. Perhatikanlah, sesuai dengan bertambahnya usia si kecil, hal ini akan berubah.
bayi baru lahir Foto: Shutterstock
Kondisi bayi tidak berkeringat hanya beberapa minggu setelah mereka dilahirkan saja. Kita perlu memahami bahwa pada dasarnya, manusia memiliki dua kelenjar keringat, yakni kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Pada bayi yang baru lahir, kedua kelenjar ini sebenarnya telah terbentuk meski belum bisa memproduksi keringat.
ADVERTISEMENT
Kelenjar apokrin mengeluarkan keringat melalui folikel rambut. Sebelum bayi memasuki masa pubertas yang menyebabkan terjadinya perubahan hormon, kelenjar apokrin belum bisa diaktifkan.
Adapun kelenjar ekrin telah mulai terbentuk saat kehamilan memasuki usia empat bulan. Kelenjar ini muncul pertama kali di telapak tangan dan telapak kaki janin. Barulah saat memasuki bulan kelima kehamilan, kelenjar ekrin menutupi hampir seluruh bagian tubuh.
bayi baru lahir Foto: Shutterstock
Laman Live Science juga memaparkan bahwa kelenjar ekrin yang paling aktif pada bayi yang baru saja dilahirkan terletak pada bagian dahi mereka. Setelah itu, barulah seorang bayi mulai bisa berkeringat di seluruh anggota tubuhnya.
Tanpa keringat, lantas bagaimana orang tua tahu bayinya kepanasan atau tidak?
Amati beberapa gejalanya, Moms. Waspadai bila kulit bayi memerah, pernapasannya jadi tidak beraturan, bayi rewel, dan jadi kurang aktif bergerak. Bisa jadi, si kecil kepanasan!
ADVERTISEMENT
Orang tua juga perlu menyiasatinya kondisi ini dengan mencegah bayi kepanasan atau menghindar dari kondisi maupun cuaca panas yang terlalu ekstrem. Caranya bisa dengan melepaskan pakaian luar si bayi atau gunakan kipas angin agar tercipta sirkulasi udara.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan