Kumparan Logo

Bolehkah Balita Menggunakan Cat Kuku?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi balita pakai kuteks. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi balita pakai kuteks. Foto: Shutterstock

Saat melihat kuku Anda yang berwarna-warni setelah dicat, mungkin akan menarik perhatian balita Anda dan membuatnya ingin juga dicat kuku. Dan tak lama kemudian, Anda pun memoleskan cat pada jari-jemari kecilnya.

Namun, sebenarnya amankah cat kuku untuk balita? Apalagi, cat kuku bisa saja mengandung banyak bahan kimia yang bisa membahayakan.

Dikutip dari laman Very Well Family, sampai saat ini pun belum ada penelitian yang menunjukkan bahaya dari cat kuku selama digunakan dengan benar. Yang harus diwaspadai adalah balita terkadang memiliki kebiasaan untuk memasukkan jari-jarinya ke mulut, sehingga dikhawatirkan cat yang digunakan di kukunya bisa tertelan, apalagi saat masih basah, sehingga bisa berbahaya bagi kesehatan anak Anda.

Beberapa zat kimia yang terdapat pada cat kuku yang bisa berbahaya bila tertelah adalah:

- Toluena

Toluena adalah zat kimia yang juga digunakan untuk thinner atau pelarut cat, pewangi buatan, pembersih, dan produk pembersih rumah tangga lainnya. Dikutip dari Very Well Family, paparan dari toluena yang terlalu sering dapat menyebabkan masalah saraf dan pernapasan.

- Dibutyl phthalate (DBP)

DBP merupakan zat kimia beracun. Dalam penelitian yang menggunakan hewan, DBP terbukti menyebabkan gangguan pertumbuhan, karena itu, penggunaannya mulai ditinggalkan oleh berbagai merk kosmetik, termasuk untuk pembuatan cat kuku.

- Formaldehyde

Zat kimia ini digunakan untuk membuat cat kuku mengeras. Paparan dalam waktu lama pada zat ini dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Ilustrasi balita pakai kuteks. Foto: Shutterstock

Lantas bukannya menghindari cat kuku sama sekali dari balita, Moms, sebab ada banyak hal yang bisa dipelajari dari aktivitas mencat kuku. Di antaranya anak belajar mengenal banyak warna, mewarnai, melatih motorik halus anak, dan bonding time Anda dan anak.

Karenanya, bila Anda ingin memberikan cat kuku pada anak, berikanlah cat kuku yang khusus untuk anak. Cat kuku khusus anak biasanya berbahan dasar organik dan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.