Kumparan Logo

Dampak Polusi Udara bagi Ibu Hamil dan Janin

kumparanMOMverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi ibu hamil menghadapi polusi udara Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ibu hamil menghadapi polusi udara Foto: Shutterstock

Ibu hamil perlu menjaga keselamatan dan kesehatan dirinya. Tapi belakangan, ramai informasi seputar polusi udara di beberapa kota di Indonesia, terutama Jakarta dan sekitarnya. Seperti apa dampaknya bagi ibu hamil?

Dampak polusi udara memang tidak baik bagi siapapun, termasuk ibu hamil dan janinnya. Menurut dr. Feni Fitriani Taufik, Sp. P (K), M.Ked selaku dokter spesialis paru dan pernapasan konsultan paru kerja dan lingkungan di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dampak polusi udara sangat berbahaya terhadap kesehatan paru-paru.

Suasana gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Lebih rinci dampaknya bagi ibu hamil, semakin berbahaya bila terhirup karena berbagai resiko kesehatan jangka pendek mengintai, seperti mata dan hidung berair, penyakit batuk sering kambuh, hingga infeksi saluran napas atas.

“Polusi udara menjadi lebih berbahaya karena tidak kasat mata sehingga seringkali diabaikan oleh ibu hamil. Namun mengingat dampaknya, upayakan untuk meminimalisir paparan polusi udara ini," kata dokter Merwin Tjahjadi, Sp. OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Bintaro, dalam keterangan pers yang diterima kumparanMOM, (8/8).

Warga beraktivitas dengan latar belakang suasana gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Ia juga menyampaikan beberapa potensi bahaya yang bisa muncul bila ibu hamil dan wanita pada umumnya, terlalu banyak terpapar udara berkualitas buruk, antara lain:

  • Berat badan lahir rendah

  • Meningkatkan risiko kelahiran prematur

  • Meningkatkan risiko bayi dengan kelainan cacat bawaan

  • Infeksi saluran pernapasan atas dan asma: Polusi udara buruk dapat memicu terjadinya infeksi saluran pernapasan atas ataupun pencetus asma pada ibu hamil

  • Meningkatkan risiko kardiovaskular maupun hipertensi dalam kehamilan akibat proses pengapuran plasenta

  • Masalah fertilitas: Beberapa studi telah membutikan bahwa polusi udara terbukti memberikan dampak bagi berkurangnya tingkat fertilitas, baik pada wanita maupun pria. Beberapa penelitian lainnya bahkan menghubungkan hal ini dengan kemungkinan keguguran.

Ilustrasi wanita dengan masker untuk hindari polusi udara. Foto: AFP/GOH CHAI HIN

Beberapa cara yang bisa ibu hamil lakukan menurut dr Merwin yakni dengan memperhatikan nilai AQI (air quality index) ketika berencana untuk beraktivitas di luar ruangan, Moms, lalu menghindari aktivitas di luar ruangan di siang hari, karena saat itulah polusi udara tertinggi.

Selain itu berupaya untuk memilih lingkungan hijau ketika berolahraga atau beraktivitas di luar ruang ya, Moms. Alat penyaring udara juga bisa digunakan untuk membantu membersihkan udara ketika sedang berada di dalam ruangan.