Kumparan Logo

Ingin Menggendong Balita saat Hamil? Ikuti Tips Ini, Moms!

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil dan anaknya. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil dan anaknya. (Foto: Thinkstock)

Banyak orang yang menyarankan ibu hamil untuk tidak mengangkat beban yang berat-berat. Ember berisi air, koper yang terisi pakaian, atau menggendong balita misalnya. Ini terutama bila Anda memiliki kondisi tertentu seperti leher rahim pendek, riwayat persalinan prematur, atau mengalami komplikasi kehamilan seperti pendarahan atau kontraksi dini.

Tapi bila kondisi Anda baik-baik saja dan Anda merasa kuat menggendong balita, bukan berarti bisa bebas melakukannya lho, Moms. Anda perlu selalu berhati-hati. Agar lebih aman, sebaiknya ikuti tips berikut ini:

1. Angkat dengan aman

Hindari mengangkat beban berlebihan, terlalu lama atau melakukan gerakan tiba-tiba yang menyentak. Gerakan yang cepat dan menyentak dapat mengejutkan tubuh Anda. Ini berbahaya.

Jika ingin menggendong balita misalnya, angkat badannya dengan perlahan ke atas untuk membiarkan tubuh Anda terbiasa. Rasakan, benarkah Anda kuat?

Ibu hamil naik turun tangga (Foto: thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil naik turun tangga (Foto: thinkstock)

2. Gunakan akal sehat

Gunakan selalu akal sehat Anda. Jika saat menggendong Anda merasa ada ketegangan, berhentilah melakukannya. Anda harus percaya pada sinyal yang diberikan tubuh Anda. Beristirahat atau berhentilah setiap saat Anda merasa membutuhkannya.

3. Jangan berlebihan

Lakukan semuanya dengan bertahap dan jangan berlebihan. Anda dapat mengatur tahapan ini. Misalnya, pertama menggendong sebentar saja dan tidak bepindah tempat sampai merasa terbiasa, kemudian secara bertahap mungkin bisa jadi lebih lama menggendongnya dan sambil berjalan ke tempat lain.

Tapi jangan berlebihan dengan langsung menggendong lama sambil naik atau turun tangga, misalnya. Apalagi kalau selama ini tanpa menggendong saja Anda sudah merasa sulit atau kepayahan untuk melakukannya. Biasakan dan latih tubuh Anda sambil rasakan kemampuan tubuh Anda saja, Moms.

Pernah melihat wanita hamil yang masih sanggup bekerja memanggul barang dagangan atau bahkan menggendong dua balita sekaligus? Bukan berarti tubuh Anda mampu untuk langsung mencontohnya.

Ibu hamil periksa ke dokter.  (Foto: thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil periksa ke dokter. (Foto: thinkstock)

4. Lakukan tindakan pencegahan ekstra jika Anda mengalami komplikasi kehamilan

Jika dokter sudah memberi Anda peringatan untuk tidak menggendong, turuti ya, Moms. Tak perlu khawatir, Anda tetap bisa menunjukkan rasa sayang atau memanjakan si sulung atau keponakan Anda tanpa harus menggendongnya kok. Coba saja sering-sering pangku dan peluk mereka. Jelaskan bahwa Anda tetap menyayangi mereka dan akan bisa menggendong mereka lagi setelah melahirkan nanti.