Pencarian populer

Kata Dokter: Penyebab dan Gejala PCOS yang buat Wanita Susah Hamil

PCOS pada wanita. (Foto: Shuttertock)

Akibat ketidakseimbangan hormon pada tubuh wanita, maka ia bisa berisiko terkena PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) yang membuatnya susah untuk hamil. PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah kondisi timbulnya kista berukuran kecil-kecil pada indung telur, yang kemudian memicu ketidakseimbangan hormon. Dampaknya, kista-kista tersebut dapat membuat masa ovulasi yang tidak beraturan.

dr. Caroline Hutomo, SpOG dari Morula IVF Menteng menyebut, ada dua gejala paling umum pada wanita pengidap PCOS.

Pertama, terjadinya gangguan menstruasi. “Jika masa ovulasi tidak beraturan, maka akan ada gangguan menstruasi yang terjadi. Hal ini yang biasanya paling mudah disadari wanita kalau waktu haidnya berlangsung secara tidak teratur,” ujar dr. Caroline dalam acara Morula IVF Indonesia: Fertility Science Week, pada Sabtu (8/9) di Central Park Mall.

Lalu yang kedua, wanita merasa akan sangat sulit baginya untuk hamil. “Begitu perempuan itu menikah, timbul gangguan kedua yang keluar. ‘dok, saya sudah menikah sekian tahun, sudah coba program, tapi kok gini-gini saja sih? Nggak hamil-hamil’, nah, ini adalah gejala paling khas juga. Saat perempuan sudah menikah, mereka akan sulit untuk mendapatkan keturunan atau kehamilan," paparnya.

PCOS (Foto: thinsktock)

Idealnya, menurut dr. Caroline, setiap perempuan menghasilkan satu buah telur yang membesar. Di indung telur ada banyak folikel-foliker telur, yang nanti membesar itu hanya satu. Sayangnya pada penderita PCOS, hal itu tidak terjadi. Tidak ada satu telur pun yang membesar dan jangankan pecah, membesar saja tidak. Padahal telur tersebut harus membesar, seukuran 2 cm dan harus pecah.

Faktor Pemicu PCOS

PCOS pada wanita. (Foto: Shuttertock)

Pada acara yang sama, dr. Huthia Andriyana, SpOG menjelaskan faktor utama yang menyebabkan seorang wanita terkena PCOS.

“Kalo faktor pemicunya itu yang paling utama adalah kelebihan berat badan. Karena dengan kelebihan berat badan, itu akan terjadi penumpukan lemak. Di sini normalnya lemak akan dikonversi menjadi hormon-hormon perempuan.

Tapi pada beberapa wanita yang PCOS, ada yang mengalami yang namanya insentifitas hormon insulin. Di mana hormon-hormon yang harusnya dikonversi menjadi hormon perempuan, itu tidak bisa. Jadi karena kebanyakan lemak, itu akan dikonversi menjadi hormon laki-laki atau androgen. Nah, hormon androgennya ini akan menghambat pertumbuhan sel telur itu. Jadi, sel telur yang seharusnya tumbuh saat memasuki masa subur, dia nggak mau tumbuh besar, ” tutup dr. Huthia.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60