Kemendikbud Akan Buat Sistem Sekolah Aman Asap

24 September 2019 14:10 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Murid Sekolah Dasar dipulangkan ke rumah akibat kabut asap di Pekanbaru, Riau pada 10 September 2019. Foto: AFP/Wahyudi
zoom-in-whitePerbesar
Murid Sekolah Dasar dipulangkan ke rumah akibat kabut asap di Pekanbaru, Riau pada 10 September 2019. Foto: AFP/Wahyudi
ADVERTISEMENT
Beberapa pemerintah daerah, melalui dinas pendidikan, mengambil inisiatif dan kebijakan untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal ini terjadi akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT
Ya, Moms, siswa-siswa yang sekolah di daerah terdampak asap seperti di Provinsi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan terpaksa harus libur sekolah untuk mengurangi risiko penyakit yang dapat timbul akibat asap.
Meski begitu, pendidikan tetap harus jadi prioritas utama untuk anak. Sehingga, anak-anak tak boleh libur sekolah dalam waktu yang cukup lama. Karenanya, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berinisiatif untuk membangun sekolah aman asap di sekolah-sekolah yang terkena dampak dari karhutla.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (24/6). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
“Kita akan segera rapatkan kemungkinan untuk membangun atau menyiapkan yang namanya ruang belajar bebas asap, yang sudah ada teknologinya kerja sama dengan Kemendikbud dan ITB yang dilakukan pada 2015 untuk mengatasi asap tahun 2015. Kan kalau ini nanti situasi makin parah, tidak mungkin kita biarkan anak tidak masuk sekolah. Jadi nanti akan kita minta sekolah-sekolah membangun atau men-design merancang ruang belajar jadi ruang belajar bebas asap,” ujar Mendikbud, Muhadjir Effendy di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).
ADVERTISEMENT
Muhadjir mengatakan, SMK akan menjadi prioritas pertama pembangunan ruang kelas bebas asap ini nantinya. Hal ini dikarenakan SMK membutuhkan praktik nyata yang tidak bisa dilakukan luar sekolah.
Muhadjir Effendy Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
“Yang kita prioritaskan SMK karena mereka butuh praktik tidak mungkin di rumah,” kata Muhadjir.
Muhadjir menjelaskan bahwa membangun ruang kelas bebas asap tidak sulit. Menurutnya, tidak diperlukan teknologi yang rumit, biayanya tergolong murah dan lama pengerjaannya pun hanya memerlukan waktu sekitar 2-3 Hari, Moms. Seperti apa kriterianya?
Sekolah aman asap yang rencananya akan dibangun oleh Kemendikbud nantinya akan dilengkapi beberapa fasilitas di bawah ini di setiap kelasnya:
Kipas Pembangunan Udara atau Exhaust Fan
Setiap kelas di sekolah yang terdampak kabut asap nantinya akan dipasang tempat pembuangan udara. Pembuangan udara ini dipasang dengan arah angin mengarah ke sumber polutan.
ADVERTISEMENT
Tirai Kain
Sekolah aman asap di dalamnya nanti juga terdapat tirai kain. Tirai ini dipasang di seluruh jendela dan pintu dari sisi dalam. Setelah dipasang usahakan tirai agar selalu dalam keadaan lembap.
Akuarium
Letakkan akuarium di belakang kelas dan sudah diisi dengan ganggang. Kemudian, pasang lampu ultraviolet atau LED untuk membantu proses fotosintetis, yaitu pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau melalui suatu proses biokimia pada klorofil dengan bantuan sinar matahari.
Sekolah aman asap. Foto: Dok: Kemendikbud
Busa Dakron
Busa dakron ini berfungsi sebagai ventilasi. Agar tetap terjaga kualitasnya, semprotkan air secara berkala agar busa dakron tetap lembap.
Kipas Angin
Agar lebih nyaman, pasang kipas angin di bagian depan dan belakang kelas.
Pot Tanaman
Letakkan tanaman pada pot di dalam kelas. Tanaman yang sebaiknya digunakan antara lain lidah mertua, sirih gading, suplir, dan lili paris atau spider plant.
ADVERTISEMENT