kumparan
23 Sep 2019 8:01 WIB

Kesalahan yang Sering Orang Tua Lakukan saat Siapkan Susu Formula

Ilustrasi Susu Formula Foto: Shutterstock
Tak seperti ASI yang bisa disajikan kapanpun sekehendak bayi, orang tua perlu ekstra cermat saat menyiapkan susu formula. Sebab, saat menyiapkannya, ada takaran dan aturan yang perlu kita patuhi. Termasuk terkait waktu membuatnya.
ADVERTISEMENT
Bila aturan tetang waktu pembuatannya tidak dipatuhi, kesehatan si kecil ikut jadi taruhannya. Demikian menurut dr. Yogi Prawira, Sp.A(K), dari Rumah Sakit Siloam, Jakarta Selatan.
Sayangnya, hal ini juga lah yang jadi kesalahan yang kerap dilakukan orang tua. Kenapa?
Ilustrasi anak minum susu formula. Foto: Shutterstock
Masih banyak orang tua yang membuat atau menyiapkan susu formula terlalu lama dari waktu susu dikonsumsi oleh bayi atau anak. Misalnya menyeduh susu formula di rumah saat hendak membawa si kecil jalan-jalan. Tujuannya tentu saja agar praktis, tidak perlu repot membuatnya lagi di perjalanan.
Padahal susu formula sebaiknya dikonsumi sekali habis atau tidak lebih dari satu jam sejak dibuat, Moms. Karena ketika si kecil sudah meminumnya namun ternyata tak habis, ada risiko susu formula tercemar bakteri dari mulut sang anak sendiri.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana bila kita membuat susu formula untuk diminum nanti-nanti, alias belum tersentuh mulut si kecil?
Ilustrasi susu formula. Foto: Shutterstock
Mengutip BabyCenter, Anda masih bisa memberikan ke bayi dengan catatan susu formula tersebut disimpan secara tepat dan belum lewat dari 24 jam.
Yakni letakan susu formula yang sudah diseduh pada botol tertutup rapat dan simpan di dalam kulkas. Jangan pula Anda biarkan untuk susu dingin lebih dulu di suhu ruang.
Sebagai tips tambahan, sebaiknya letakan di dalam kulkas tepatnya di bagian belakangnya, karena itu tempat paling dingin untuk susu yang baru dibuat.
Bila sudah waktunya minum susu, Anda bisa langsung memberinya pada si kecil. Namun jika Anda atau anak lebih suka susu bersuhu hangat, maka tak masalah untuk menghangatkannya lebih dulu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan