kumparan
30 Mar 2018 12:23 WIB

Mengenal Bahaya Plasenta Previa pada Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Thinkstock)
Plasenta atau yang biasa disebut dengan ari-ari merupakan organ penting yang ada pada ibu hamil. Plasenta adalah organ yang menyediakan oksigen dan nutrisi bagi tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Melalui plasenta, nutrisi yang dikonsumsi ibu bisa ditransfer ke tubuh bayi.
ADVERTISEMENT
Selama masa kehamilan, plasenta ikut bertumbuh mengikuti pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada awal kehamilan, plasenta biasanya berada di bagian bawah rahim. Seiring dengan pertumbuhan bayi, plasenta dengan kondisi normal akan bergerak menjauhi leher rahim dan menuju bagian atas rahim.
Plasenta (Foto: Pixabay)
Kondisi di mana plasenta tidak bergerak dan tetap berada di bagian bawah rahim dinamakan plasenta previa.
Mengutip laman Baby Center, plasenta previa yang terjadi saat menjelang persalinan berpotensi menutup jalan lahir. Plasenta previa juga bisa membahayakan ibu hamil karena berisiko menimbulkan perdarahan berulang saat hamil, terutama saat mendekati waktu persalinan.
Jenis plasenta previa. (Foto: http://belc.bu.edu.eg)
Berdasarkan letaknya plasenta previa terbagi menjadi 3 jenis:
1. Plasenta previa lateralis yaitu plasenta yang melekat rendah di dekat leher rahim namun tidak menutupi jalan lahir
ADVERTISEMENT
2. Plasenta previa parsialis yaitu plasenta yang melekat rendah di dekat leher rahim dan menutupi sebagian jalan lahir
3. Plasenta previa totalis yaitu plasenta yang melekat rendah di dekat leher rahim dan menutupi keseluruhan jalan lahir
Hingga kini penyebab pasti plasenta previa belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang diduga bisa berpotensi meningkatkan risiko plasenta previa pada ibu hamil, seperti berikut ini:
- Pernah mengalami plasenta previa di kehamilan sebelumnya
- Pernah mengalami operasi caesar di kehamilan sebelumnya
- Pernah melakukan operasi di rahim
- Merokok atau mengonsumsi narkotika, psikotropika, atau zat adiktif
- Hamil di usia lebih dari 35 tahun
Ilustrasi USG ibu hamil. (Foto: Thinkstock)
Bila ibu hamil mengalami plasenta previa namun tidak terjadi perdarahan, dokter biasanya hanya akan menganjurkan untuk istirahat di rumah. Berhubungan seks juga sebaiknya dihindari karena berpotensi memicu perdarahan pada penderita plasenta previa.
ADVERTISEMENT
Apabila terjadi pedarahan, ibu hamil diimbau untuk segera ke rumah sakit sebelum perdarahan bertambah parah.
Jika Anda mengalami plasenta previa totalis menjelang hari perkiraan lahir, dokter biasanya merekomendasikan untuk operasi cesar. Hal tersebut dikarena letak plasenta yang menutupi jalan lahir, sehingga justru berisiko jika melakukan persalinan normal.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan