Kumparan Logo

Mengenal Keterampilan Sosial yang Dimiliki Batita

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak-anak bermain ikan (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak bermain ikan (Foto: Pixabay)

Keterampilan sosial berperan penting pada tahapan tumbuh kembang anak. Membimbing keterampilan sosial anak sesuai usianya, terbukti lebih efektif mengasah sisi positif kepribadian dirinya, Moms.

Jika anak Anda berusia 1-3 tahun, maka saat ini si kecil tengah belajar mengenal dirinya sendiri. Selain itu, apalagi ya keterampilan sosial yang dimiliki anak di usia batita?

Makna diri

Anak di tempat bermain (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Anak di tempat bermain (Foto: Pixabay)

Pada usia ini, anak perlahan menyadari tentang dirinya. Sederhananya, ia mulai mengetahui nama, ciri-ciri fisik, hingga belajar mengindentifikasi kesamaan dan perbedaan.

Namun, anak masih melihat segala sesuatu dari sudut pandang dirinya. Ia belum mengerti arti berbagi. Maka tak ayal, jika anak masih cenderung egois dan tak mau tau. Pada kondisi ini orang tua perlu bersabar dalam menghadapi anak. Jangan keburu membentak atau memarahi anak ya, Moms.

Pengamat dan peniru

Hati-hati Moms, ia sudah mulai mengamati apa yang ia lihat di lingkungannya. Rekaman ingatan anak juga kuat, maka tak bisa dihindarkan jika ia melakukan hal serupa seperti apa yang ia lihat atau rasakan. Maka dari itu, berikan contoh dan teladan baik.

Anda juga perlu memastikan lingkungan sekitar anak mendukungnya untuk bertumbuh dan berkembang dengan baik, bukan malah sebaiknya. Apalagi, jika Anda tidak sepanjang hari bersama anak atau menitipkannya ke pengasuh. Tetap awasi anak dengan baik, Moms.

Mulai suka membangkang

Anak rewel (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Anak rewel (Foto: Pixabay)

Anak sudah mulai memiliki keinginannya sendiri. Di saat bersamaan, ia juga belum bisa berpikir tentang perasaan atau membayangkan berada di posisi orang lain. Maka, ia akan berlaku seperti apa yang ia pikir atau mau. Bijaklah menghadapi si kecil yang mulai suka membangkang. Jelaskan perlahan dan arahkan anak pada perilaku yang baik.

Tertarik bermain dengan teman

Diam-diam si kecil mulai tertarik untuk bermain dengan teman sebayanya. Awalnya mungkin Ia masih malu-malu dan hanya melihat dari jauh. Namun, ketika Anda mempersilahkan atau temannya mengajak bermain, ia akan dengan senang hati bergabung. Jadi, jangan ragu untuk mendorongnya bersosialisasi dengan temannya.

Permainan simbolik

Anak suka bermain di luar (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Anak suka bermain di luar (Foto: Pixabay)

Anak memang masih senang bermain menyusun atau membangun sesuatu seperti puzzle. Namun, ia sudah mulai mengembangkan permainan simbolik atau yang berkaitan dengan bermain peran secara sederhana. Misalnya, ia menirukan suara kucing dengan ‘meow’ atau ayam dengan ‘kukuruyuk’.