Pencarian populer

Moms, Anda dan Suami Juga Perlu Imunisasi! Ini Daftarnya

Ilustrasi Imunisasi Foto: Shutterstock

Tak hanya anak-anak yang perlu diberi imunisasi, orang dewasa ternyata masih membutuhkannya lho, Moms.

Kebutuhan pada vaksin tak berkurang seiring bertambahnya umur, justru ada vaksin tertentu yang direkomendasikan pada usia dewasa. Mendapatkan vaksin membantu tubuh Anda kebal terhadap penyakit berbahaya dan tentunya meningkatkan harapan hidup.

Berikut jenis-jenis imunisasi yang perlu diberikan kepada orang dewasa sesuai rekomendasi Satuan Tugas Imunisasi Dewasa dari Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam:

1. Influenza

Ilustrasi Vaksin

Meski dianggap sebagai penyakit ringan, influenza sangat mengganggu aktivitas jika sering menyerang Anda dan suami. Influenza bahkan bisa memicu komplikasi yang menyebabkan kematian.

Vaksin influenza quadrivalent atau trivalent dapat diberikan 1 dosis setiap tahun. Vaksin ini dapat mencegah flu yang sering menyerang saat Anda kelelahan, sedang musim pancaroba atau hujan.

2. Tetanus, Difteri, Pertusis (Td/Tdap)

Seperti namanya, vaksin ini dapat mencegah tetanus, difteri, dan pertusis. Vaksin ini disarankan bagi orang dewasa yang belum pernah diberi vaksin DTP saat masih anak-anak dan wanita hamil. Vaksin Td/Tdap booster diberikan setiap 10 tahun sekali.

Pahami fatwa MUI tentang imunisasi dengan membacanya secara lengkap Foto: Shutterstock

3. Varisela

Vaksin ini bertujuan mencegah cacar air, terutama jika Anda dan suami belum pernah mendapatkannya saat anak-anak. Vaksin varisela diberikan 2 dosis, suntik kedua diberikan 4-8 minggu setelah suntik pertama.

4. Human Papilloma Virus (HPV)

Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutterstock

Virus ini menyebabkan kanker serviks pada wanita dan kutil kelamin pada laki-laki dewasa. Sebenarnya vaksin ini lebih efektif jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual. Namun jika belum pernah mendapatkannya, HPV masih bisa dicegah dengan vaksin ini.

Untuk perempuan vaksin HPV diberikan 3 dosis bivalent atau quadrivalent dalam usia reproduktif. Penyuntikan kedua diberikan sebulan atau dua bulan setelah penyuntikan pertama. Penyuntikan ketiga dilakukan 6 bulan setelah penyuntikan pertama.

Sementara untuk laki-laki, vaksin HPV sebaiknya diberikan pada usia 19-26 tahun sebanyak 3 dosis quadrivalent. Penyuntikkan kedua dilakukan dua bulan setelah suntik pertama, lalu disuntik lagi 4 bulan kemudian.

5. Zoster

Vaksin ini direkomendasikan untuk orang lanjut usia, yakni mulai usia 50 tahun ke atas. Tujuannya adalah untuk mencegah herpes zoster atau cacar api, yakni ruam kulit yang terasa nyeri seperti terbakar. Vaksin zoster hanya perlu diberikan 1 dosis.

6. Measles, Mumps and Rubella (MMR)

5 jenis vaksin untuk imunisasi Foto: Shutterstock

Vaksin ini bertujuan mencegah tiga penyakit yakni campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella (campak Jerman). Bukan tak mungkin orang dewasa terkena tiga penyakit itu, terutama jika Anda sering traveling atau bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.

Vaksin MMR dapat diberikan pada usia 19-59 tahun, sebanyak 1-2 dosis dengan jeda minimum 28 hari.

Imunisasi dilakukan di semua negara Islam Foto: Shutterstock

7. Pneumokokus

Imunisasi ini dapat mencegah penyakit pneumonia, meningitis, dan keracunan darah yang dapat menyebabkan kematian. Vaksin pneumokokus jenis PCV -13 disarankan untuk usia 50 tahun ke atas sebanyak 1 dosis, sedangkan jenis PPSV23 disarankan untuk usia 60 tahun ke atas sebanyak 1 dosis.

8. Meningitis meningokokal

Imunisasi ini wajib untuk jamaah haji untuk mencegah risiko tertular meningitis meningokokus di Arab Saudi. Meningitis meningokokus adalah infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Vaksin diberikan 1 dosis untuk dua tahun.

9. Hepatitis A

Vaksin ini disarankan untuk semua kelompok usia. Vaksin hepatitis A diberikan dua dosis, dengan penyuntikan kedua diberi pada bulan ke-6 hingga bulan ke-12 setelah suntik pertama.

10. Hepatitis B

Vaksin ini wajib diberikan untuk anak-anak namun disarankan diberikan lagi pada orang dewasa yang berisiko pada hepatitis B, yakni mereka yang bekerja di rumah sakit, sering berganti pasangan seksual, atau pengguna narkoba.

Vaksin hepatitis B diberikan tiga dosis, dengan penyuntikan kedua diberi pada bulan ke-6 setelah suntik pertama.

11. Demam Tifoid

Ilustrasi wanita sakit dan demam. Foto: Shutterstock

Diberikan untuk mencegah demam tifoid atau tifus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Karena Indonesia termasuk wilayah endemis tifoid, vaksin ini juga disarankan untuk orang dewasa yakni 1 dosis untuk 3 tahun.

12. Demam Kuning

Demam kuning atau yellow fever adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk sebagai perantara.

Penyakit ini banyak terjadi di Afrika, Amerika Serikat, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Oleh karena itu vaksin ini wajib diberikan kepada Anda yang hendak bepergian ke negara-negara di wilayah itu, sebanyak 1 dosis untuk 10 tahun.

13. Japanese Encephalitis (JE)

Vaksin Japanese Encephalitis diberikan kepada warga yang tinggal di daerah endemis dan atau akan bepergian ke wilayah tersebut, misalnya seperti Provinsi Bali. Pemberiannya hanya 1 dosis.

14. Rabies

Vaksin rabies diberikan pasca gigitan hewan yang diduga memiliki rabies, seperti anjing dan kucing. Vaksin diberikan 4 kali, suntik pertama diberikan 2 dosis, 7 hari kemudian diberi 1 dosis, lalu 14 hari kemudian disuntik 1 dosis lagi.

--------------

kumparanMOM mendukung penuh Pekan Imunisasi Dunia dengan menyiapkan puluhan artikel tentang imunisasi sepanjang minggu ini khusus untuk Anda, Moms. Baca semuanya dengan mengikuti topik Pekan Imunisasi Dunia dan jangan lupa sebarkan pada seluruh keluarga dan teman-teman Anda, ya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63