Pencarian populer
10 Desember 2018 11:00 WIB
0
0
Moms, Kenali Ciri-ciri Hernia pada Bayi
Ilustrasi bayi. (Foto: Shutterstock)
Hernia atau yang dikenal juga dengan istilah turun berok tak hanya menyerang orang dewasa, melainkan bisa juga terjadi pada bayi. Pada orang dewasa, hernia biasanya terjadi jika seseorang mengangkat beban terlalu berat.
Sementara hernia yang terjadi pada bayi dinamakan hernia pada alat kelamin (hernia inguinalis). Hernia inguinalis merupakan satu dari tiga jenis hernia yang dapat terjadi pada bayi, dua jenis lainnya yaitu hernia pusar (umbilikalis) dan hernia pada rongga diafragma.
Hernia inguinalis terjadi karena sebagian usus turun dari rongga perut sehingga terlihat menonjol di bagian kelamin bayi. Hernia jenis ini dapat dilihat dari adanya benjolan sebesar ibu jari di bagian kelamin si kecil. Biasanya benjolan itu terletak di bagian selangkangan atau kantung buah pelir pada anak laki-laki, dan di selangkangan atau labia pada anak perempuan.
Ilustrasi mengganti popok bayi. (Foto: Thinkstick)
Sedangkan hernia umbilikalis atau hernia pusar terjadi karena otot-otot perut tak dapat bersatu sehingga terdapat celah bagi organ dalam untuk menonjol keluar saat terjadi tekanan. Penyakit ini dapat diketahui dari adanya tonjolan lunak pada pusar atau adanya pembengkakan yang terlihat di sekitar area pusar, terutama saat anak menangis, batuk, atau mengejan ketika buang air besar.
Biasanya hernia umbilikalis tidak berbahaya. Tonjolan itu bisa hilang dengan sendirinya sebelum berusia 1 tahun walaupun tanpa perawatan medis.
Ilustasri Panjang Badan dan Berat Badan Bayi Baru Lahir (Foto: Thinkstock)
Sedangkan hernia pada rongga diafragma terjadi karena adanya organ dalam perut yang menonjol ke rongga dada lewat celah diafragma yang tidak menutup sempurna. Hernia ini sulit diidentifikasi, berbeda dengan dua jenis hernia lainnya, hernia jenis ini tidak terlihat dari bawah kulit. Hal itu membuat hernia jenis ini lebih berbahaya sebab dapat mengganggu pernapasan anak Anda.
Siapa saja dapat mengidap hernia, baik bayi baru lahir, bayi yang lahir prematur, dan bayi yang punya riwayat keluarga mengidap hernia. Namun, hernia inguinalis lebih sering dijumpai pada bayi laki-laki, terutama yang lahir prematur.
Maka itu perlu adanya kejelian Anda dalam mengetahui hal ganjil yang terjadi pada anak. Segera bawa ke dokter bila Anda menjumpai salah satu dari tiga ciri-ciri di atas.
Bayi memegang jari-jari kakinya (Foto: Shutterstock)
Anak yang mengidap hernia inguinalis dan hernia rongga diafragma biasanya disarankan untuk melakukan operasi. Sedangkan anak yang mengidap hernia umbilikalis akan dioperasi bila benjolan tetap ada bahkan sampai anak telah berusia 5 tahun.
Tindakan operasi diperlukan untuk mencegah tonjolan bertambah besar, bertekstur keras, dan menghitam yang apabila didiamkan dapat merusak jaringan tubuh secara permanen.
Penulis: Nanda Saputri
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: