Kumparan Logo

Panduan Tumbuh Kembang Anak Usia 2-3 Tahun

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak mandiri (Foto: skimpton007/Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak mandiri (Foto: skimpton007/Pixabay)

Tumbuh kembang anak, perlu selalu Anda perhatikan. Apa-apa yang dapat dilakukannya pada setiap rentang usia merupakan pencapaian yang tak boleh luput dari catatan Anda. Pada anak usia 2-3 tahun misalnya, seharusnya anak sudah dapat melakukan 7 hal berikut ini:

Menyeimbangkan tubuh

Anak suka bermain di luar (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Anak suka bermain di luar (Foto: Pixabay)

Di rentang usia ini, anak mulai menunjukkan keseimbangan tubuh yang baik. Sehingga, Anda bisa mengoptimalkan kemampuan motorik si kecil dengan beraneka ragam aktivitas Moms. Seperti, mengajaknya bermain bola agar ia bisa melompat, menendang hingga menangkap bola.

Anda pun sudah bisa mengajari si kecil mengayuh dan menaiki sepeda roda tiga.

Mengontrol diri

Pencapaian lain, anak Anda sudah mulai bisa mengontrol dirinya terhadap suatu hal. Maka tak heran, jika si kecil sudah mulai bisa mengontrol gerak krayon atau pensil di tangannya dan tampak lebih rapi ketika membuat coretan di kertas gambar. Di samping itu, anak sudah mampu menyusun balok dengan lebih tertata.

Intensitas mengompol berkurang

Ilustrasi Anak di Toilet (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak di Toilet (Foto: Thinkstock)

Di usia ini sudah saatnya Anda melatih anak toilet training atau berlatih menggunakan toilet. Perhatikan, dengan keseimbangan tubuh dan kesiapan mental di usianya, seharusnya anak sudah bisa mengikuti latihan ini dengan baik dan sudah jarang mengompol atau buang air besar di celana.

Melakukan sendiri

Anak juga sudah mulai bisa melakukan beragam aktivitas sehari-hari sendiri. Seperti, memilih dan memakai baju sendiri, membereskan mainan, menggunakan sendok dan garpu, hingga menyikat gigi sendiri meski masih perlu Anda periksa atau awasi.

Sering bicara sendiri

Ilustrasi stimulasi keterampilan anak (Foto: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi stimulasi keterampilan anak (Foto: Pexels)

Kemampuan bahasa anak juga berkembang dengan baik. Suatu ketika, jangan heran jika si kecil sering bicara sendiri, menghitung atau bernyanyi dengan suara kencang, atau mengucapkan kalimat dengan struktur yang lebih lengkap.

Bermain dengan imajinasi

Dari apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan maka anak Anda akan mulai bermain dengan imaginasinya. Seperti, meniru suara mobil-mobilan, bermain peran, dan sebagainya.

Tertarik pada sekitar

Anak-anak bermain ikan (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak bermain ikan (Foto: Pixabay)

Anak semakin tertarik pada keberadaan lingkungan sekitar. Tak ayal, ia akan senang melihat anak lain yang bermain hingga kemudian ia ikut bermain di sebelahnya. Meski, anak Anda barangkali tidak akan langsung berkomunikasi satu sama lain.

Ia juga mulai mengikuti aktivitas kelompok. Mulai mengerti aturan di lingkaran bermainnya. Seperti, bergantian ketika menggunakan mainan misalnya.