Pencarian populer

Tips Hadapi Anak yang Suka Bercanda Jorok

Ilustrasi anak bercanda (Foto: Thinkstock)

Anak senang bereksperimen dengan kata-kata dan mereka sangat ingin tahu bagaimana reaksi dari orang dewasa di dekatnya.Tak jarang si kecil pun mulai melempar candaan yang lagi terdengar lucu, seperti lelucon jorok yang tentunya tidak sesuai dengan tumbuh kembangnya.

Alasan si kecil melemparkan lelucon jorok sangat beragam, bisa karena mencari perhatian orang tua, merasa senang melihat reaksi kaget orang dewasa saat mendengar leluconnya atau karena pengaruh lingkungan.

Jika sudah begitu, Anda perlu mengatasinya dengan beberapa cara ini, Moms.

Temukan Penyebabnya

Segera temukan penyebab mengapa anak Anda gemar bercanda dengan lelucon jorok, Moms. Apakah karena ia hanya ikut-ikutan mengucapkan tanpa tahu artinya atau memang karena ia memahami kata-kata yang ia ucapkan.

Perhatikan Reaksi Lingkungannya

Cek bagaimana orang-orang di sekeliling anak ketika dia sedang melontarkan lelucon jorok. Siapa tahu perilakunya menjadi-jadi jika Anda tahu teman-temannya selalu tertawa mendengar leluconnya.

Ilustrasi anak bercanda (Foto: Thinkstock)

Beri Penjelasan

Jelaskan padanya bahwa kata-kata yang diucapkannya dapat menyakiti orang lain atau kurang pantas di dengar orang. Biarkan si kecil mengetahui rasanya, bila Anda mengatakan hal yang sama padanya. Cara ini dapat mengasah empati anak dan meningkatkan keterampilan sosialnya.

Bersikap tegas Pada Anak

Katakan dengan tegas pada anak bahwa Anda tidak suka bila ia melucu dengan kata-kata yang tidak senonoh. Jelaskan dengan membicarakan konsekuensi jika ia masih mengulangi lelucon yang sama. Misalnya tidak boleh menonton film kartun kesayangannya atau tidak jadi pergi berlibur.

Ilustrasi anak bercanda (Foto: Thinkstock)

Introspeksi Diri

Cobalah lihat diri Anda Moms, siapa tahu Anda sering melakukan hal yang sama seperti anak yaitu melucu dengan kata-kata yang tidak pantas, sehingga si kecil jadi gemar menirunya. Jika ya, coba kurangi kebiasaan buruk Anda itu. Ingat, anak adalah peniru yang unggul, Moms.

Beri Pujian

Jangan lupa memuji anak apabila ia sudah mampu kembali melucu dengan lelucon yang sopan ataupun tidak menyakiti orang lain. Tapi ingat, bijaklah saat memujinya. Pujian yang berlebihan bisa berdampak negatif, karena bisa menciptakan pribadi narsistis dan menumbuhkan rasa over confident atau rasa percaya diri berlebih.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57