Kumparan Logo

Tips Melatih Kejujuran pada Anak

kumparanMOMverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu dan anak.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak. (Foto: Thinkstock)

Kejujuran adalah nilai kehidupan mendasar yang sangat penting bagi perkembangan anak. Karenanya, berkata dan bersikap jujur penting ditanamkan pada anak sedini mungkin.

Mengajarkan kejujuran akan menjadi pembelajaran yang berguna untuk kehidupan si kecil kelak, serta dapat membentuk karakternya menjadi pribadi yang baik di masa depan.

Lalu, bagaimana cara melatihnya? kumparanMOM (kumparan.com) merangkum cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk melatih kejujuran pada anak, seperti berikut ini:

Teladan baik

Ilustrasi anak dan ibu. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dan ibu. (Foto: Thinkstock)

Jangan berharap memiliki anak jujur, jika Anda sebagai orang tua tidak memberi teladan yang baik tentang kejujuran. Maka, refleksikan diri Anda dan mulailah untuk konsisten dengan kejujuran.

Latih diri Anda untuk selalu berkata dan bersikap jujur kepada anak dan juga dalam aktivitas sehari-hari. Sambil mencontohkan, Anda bisa berdiskusi dengan anak tentang mengapa ia perlu jujur hingga ungkapkan betapa Anda bangga ketika ia bisa jujur meski tidak selalu menyenangkan.

Jangan marah saat anak lakukan kesalahan

Kadang kala, anak enggan jujur karena orang tuanya galak ketika ia melakukan kesalahan. Hati-hati, Moms. Jika sikap Anda seperti itu, anak justru jadi semakin takut berkata dan bersikap jujur. Misalnya, karena si kecil takut Anda memarahinya saat mendapat nilai jelek, maka ia mengambil jalan pintas dengan menyontek saat ujian.

Tunjukkan reaksi yang sewajarnya ketika anak melakukan kesalahan. Tegaskan pada si kecil, jika kejujuran adalah lebih penting. Katakan, “Sayang, tak apa kamu melakukan kesalahan. Akui dan ayo sama-sama kita perbaiki. Terimakasih ya, kamu sudah jujur”.

Kisah kejujuran

Ilustrasi anak dan orang tua. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dan orang tua. (Foto: Thinkstock)

Anda bisa menguatkan pemahaman anak tentang kejujuran dengan bantuan berbagai media. Seperti, dongeng, video anak, lagu, buku cerita, atau bermain peran tentang hikmah kejujuran. Seiring waktu, apa yang ia lihat dan pelajari itu bisa jadi karakter baiknya dalam kehidupan nyata.

Anda pun bisa mengajarkan anak nilai-nilai agama tentang kejujuran. Misalnya, Tuhan begitu menyayangi anak yang jujur.

Apresiasi

Anda bisa memberi apresiasi anak dengan pelukan hangat dan usapan lembut ketika ia sudah berusaha jujur Moms. Sambil katakan, “Mama senang sekali, Adik sudah mau jujur. Terimakasih ya”.