Kumparan Logo

Tips Memilih Camilan untuk Bayi

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nutrisi memegang peran penting dalam pertumbuhan rambut bayi Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Nutrisi memegang peran penting dalam pertumbuhan rambut bayi Foto: Shutterstock

Makanan ringan atau camilan punya segudang manfaat untuk bayi. Ya Moms, selain memberi nutrisi pendamping tumbuh kembang bayi, camilan dapat melatih kemampuan motorik si kecil. Namun, memilih camilan untuk bayi tidak boleh sembarangan atau asal-asalan.

Kurang teliti memilih camilan untuk bayi justru bisa membawa dampak negatif pada kesehatannya. Misalnya camilan yang terlalu banyak mengandung lemak jenuh, gula, susah dicerna dan sebagainya.

kumparanMOM merangkum 4 tips yang bisa ibu terapkan dalam memilih camilan untuk bayi di bawah ini:

Pilih biskuit atau crackers khusus untuk camilan bayi Foto: Unsplash

1.Pilih yang kaya nutrisi

Bayi usia 8-12 bulan setidaknya memerlukan camilan yang mengandung karbohidrat, protein, kalsium, dan vitamin.

Untuk camilan berkarbohidrat, Anda bisa memberikan potongan roti gandum, biskuit, atau kentang rebus yang dipotong kecil-kecil

Sedangkan untuk camilan berprotein, potongan telur rebus, daging sapi/ayam/ikan yang dilumat lembut bisa jadi pilihan.

Selain itu, camilan berkalsium seperti aneka jenis keju, yoghurt hingga aneka olahan berbahan susu murni bisa diberikan sesuai selera si kecil.

Satu yang tak kalah penting adalah camilan yang kaya vitamin dari sayur dan buah-buahan. Anda bisa menyajikan buah-buahan segar dengan potongan kecil atau rebusan sayur yang bisa disantap langsung, atau juga olahan yang sudah dikreasikan

Ilustrasi bayi makan roti. Foto: Shutterstock

2.Pastikan ukurannya pas untuk bayi

Seperti apa camilan yang ukurannya pas untuk bayi? Tentu yang pas dan mudah diraih atau digenggam tangannya, Moms. Camilan yang pas dengan tangan bayi akan menstimulasi kemampuan motorik kasar maupun halus sekaligus melatih keterampilan bayi untuk bisa makan sendiri. Memerhatikan ukuran makanan juga penting untuk mencegah bayi tersedak saat mengonsumsinya.

3.Teksturnya lembut, mudah lumer

Selain ukuran, Anda juga perlu memerhatikan tekstur camilan untuk bayi. Pilihlah tekstur yang cukup lembut, tidak keras, mudah meleleh atau lumer di mulut anak agar lebih mudah dicerna.

Pilih waktu yang tepat untuk memberi bayi camilan atau MPASI Foto: pixabay

4.Waktu pemberian camilan

Yang tak kalah penting, Anda perlu mengatur jeda pemberian camilan untuk bayi. Beri jarak dari waktu makan utamanya.

Para ahli juga mengatakan bahwa lebih baik bayi makan dalam jumlah sedikit tapi berkala dibandingkan hanya sekali namun sekaligus banyak.