kumparan
18 Sep 2019 16:29 WIB

Tips Mengejan Saat Persalinan

Ilustrasi Ibu yang ingin mengejan. Foto: Shutterstock
Memasuki trimester ketiga biasanya ibu hamil tengah berdebar menanti waktu persalinan tiba. Saat ini juga, umumnya banyak pertanyaan-pertanyaan muncul di kepala. Misalnya, bagaimana cara mengejan yang benar saat nanti melahirkan?
ADVERTISEMENT
Ya Moms, mengejan atau memberi dorongan/tekanan di dalam tubuh bagian bawah (perut) seperti ketika hendak buang air besar memang jadi bagian dari proses persalinan normal di tahap kedua. Pada fase ini serviks telah membesar sepenuhnya dan tidak lagi menutupi kepala bayi. Mengutip MomJunction, dorongan tersebut ditandai dengan adanya tekanan yang meningkat dari dasar panggul, keinginan seperti ingin buang air besar, serbuan adrenalin, dan tekanan berat di vagina.
Ilustrasi ibu akan melahirkan. Foto: Shutterstock
Namun mengejan saat proses persalinan tidak boleh asal, lho. Meski sudah merasa mulas, sebaiknya Anda tidak mengejan sebelum kondisi serviks sudah melebar 10 cm dan bayi bergerak semakin rendah ke arah jalur lahir. Pasalnya mengejan sebelum tercapainya kondisi ini dapat menyebabkan pembentukan caput di kepala bayi dan leher rahim akan membengkak.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya soal waktu yang tepat, mengejan juga harus dilakukan dengan cara yang tepat. Ada dua cara untuk melakukan dorongan pada bayi ketika melahirkan menurut WHO dan American College of Nurse-Midwives (ACNM):
1. Mengejan secara Spontan
Mengejan secara spontan ini biasanya 'dipimpin' oleh ibu sendiri. Maksudnya, ibu yang menentukan kapan mulai mengejan. Artinya, ibu harus menunggu tubuh memberikan sinyal mengejan dan mampu menangkap sinyal ini dengan benar.
Untuk bisa melakukan metode ini, biasanya bidan yang mendampingi persalinan akan memberi beberapa panduan berikut ini:
- Saat terjadi kontraksi, ambillah napas dalam-dalam dan usahakan tetap santai.
- Ambil napas lebih banyak dan mengejan. Tidak apa untuk membuat suara seperti mendengus dan mengeluh sambil mendorong, namun hindari berteriak dengan mulut terbuka.
ADVERTISEMENT
- Lanjutkan menarik napas setiap lima hingga enak detik hingga Anda diminta berhenti mengejan atau sampai tidak lagi merasakan dorongan untuk mengejan.
- Ketika dorongan untuk mengejan hilang, ambil napas santai lalu kembali ke posisi relaks sampai merasakan kontraksi lagi. Ketika kontraksi datang, mengejanlah selama beberapa detik selama puncak kontraksi.
Ilustrasi persalinan. Foto: Shutter stock
2. Mendorong dengan Tuntunan
Mengejan dengan tuntunan tenaga medis dimulai ketika serviks melebar sekitar 10 cm. Pada proses ini dokter atau bidan akan meminta Anda mengikuti arahan mereka:
- Bidan akan meminta Anda untuk mengambil napas dalam di awal setiap kontraksi, tahan sebentar dan kemudian mengejan sambil mengencangkan otot-otot perut dan memberikan tekanan ke bawah. Anda harus menyelesaikan set ini saat dia menghitung sampai 10. Caranya mirip ketika Anda sedang kesulitan buang air besar.
ADVERTISEMENT
- Ambil napas cepat dan mengejan lagi sambil kembali menghitung hingga sepuluh. Biasanya mencapai tiga kali mengejan untuk setiap kontraksi.
- Anda mungkin juga akan diminta menahan untuk tidak mengejan saat kepala bayi sudah di ujung vagina.
Meski begitu Anda perlu tahu, Moms, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dokter atau bidan mungkin juga akan merekomendasikan operasi caesar, bantuan vakum, atau penggunaan forsep sebagai usaha percepatan persalinan jika ibu tak kunjung mendapat sinyal tubuh/dorongan untuk mengejan.
Ilustrasi jelang persalinan. Foto: Shutter stock
Lalu berapa lama kita harus mengejan dalam proses persalinan? Jawabannya relatif karena tergantung pada kondisi bayi dan si ibu. Namun biasanya tahap ini akan berlangsung hingga beberapa jam pada wanita yang melahirkan untuk pertama kalinya.
ADVERTISEMENT
Bila Anda dalam kelahiran kedua atau selanjutnya, tahap mengejan atau mendorong bayi ke luar dapat berlangsung kurang dari 10 menit saja. Karena itu, cobalah diskusikan mengenai proses mengejan ini pada bidan atau dokter agar lebih jelas dan terencana sebelum waktu persalinan Anda tiba.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan