20 Kepala Keluarga Terpaksa Mengungsi Imbas Bom Teroris Sibolga

Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan diri bersama anaknya yang berusia 2 tahun pada Rabu (13/3) pukul 01.20 WIB. Ledakan tersebut cukup kuat untuk merusak beberapa rumah di sekitar lokasi kejadian.
Polisi juga masih belum berhasil mensterilkan lokasi karena diduga masih ada bom yang tertimbun reruntuhan bangunan. Maka, polisi harus mengamankan warga sekitar yang bertempat tinggal di radius 100 meter agar tidak jatuh korban lagi.
“Di atas 20 kepala keluarga terdampak kalau dilihat dari radiusnya, diungsikan di (rumah) kerabat terdekatnya. Karena ini menyangkut keselamatan warga maka diimbau tidak dekati TKP,” ucap Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Divisi Humas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/3).
Ledakan juga mengakibatkan kebakaran di rumah milik Abu Hamzah. Polisi harus memanggil pemadam kebakaran untuk memadamkan yang berhasil dikendalikan pada pukul 04.00 WIB. Padahal, menurut Dedi, bom yang meledak tersebut masuk dalam kategori low explosive.
“Bahwa jumlah bom meskipun low explosive, tapi kalau jumlahnya cukup banyak bisa berakibat kerusakan cukup fatal,” ucap Dedi.
Garis polisi pun belum bisa dipasang di lokasi karena diduga beberapa bom masih tersembunyi di balik reruntuhan. Apabila terlihat, polisi akan langsung meledakkannya menggunakan robot milik gegana.
“Kalau masih bisa dilihat dengan visual bom tersebut, langsung diledakkan oleh tim gegana dengan menggunakan robot. Jadi tidak bisa mendekati lagi karena cukup berbahaya,” tutup Dedi.
Dua orang menjadi korban dalam ledakan bom yang terpasang di rumah Abu Hamzah. Saat ini mereka masih dirawat di RSUD Sibolga.
