5 Fakta Ajakan Serbu Pantai Parangtritis Pakai Baju Hijau

Belum lama ini, media sosial Facebook diramaikan dengan sebuah acara bertajuk "Ayo Ribuan Orang Serbu Parangtritis Pakai Baju Hijau". Dalam agenda yang disebar, kegiatan ini rencananya akan digelar di Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (23/9) pukul 10.00 WIB.
Para pengguna medsos lalu menyoroti ajakan itu. Pasalnya, sejak dulu, pengunjung Parangtritis menanamkan tradisi dan kearifan lokal warga sekitar yang menyebut tak boleh mengenakan baju hijau jika mengunjungi pantai tersebut.
Berikut lima fakta seputar acara ini
Digagas Alfi Syahr
kumparan berusaha menghubungi Satya Alfi Syahr (23) warga Bogor yang pertama kali mem-posting undangan untuk mendatangi Parangtritis memakai baju hijau. Namun, saat pemberitaan awal, Alfi Syahr belum merespons.
"Karena area 51 terlalu jauh, kita pilih spot lain yang sama menantangnya. Kita sebut saja 'Area +62'. Katanya, kalau pakai baju hijau ke Pantai Parangtritis, nanti bisa hilang sama Nyi Roro Kidul. Kalau ada ribuan orang nyerbu, masa iya, hilang massal,” tulis penggagas acara.
Belum Dapat Izin
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, mengaku belum menerima pemberitahuan acara tersebut. “Setahu saya belum (ada izin). Baik dengan surat atau lisan,” ujar Kwintarto kepada kumparan.
Menurutnya, jika acara diikuti hingga ribuan orang, seharusnya panitia berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata. Hal ini untuk menghindari adanya penumpukan pengunjung.
“Jangan sampai kalau melibatkan orang banyak di situ, space yang pada hari yang waktu bersamaan mungkin digunakan. Jangan sampai nanti terus tumpukan. Begitu maksud saya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis, Ali Sutanto. “Saya kurang tahu kalau ada acara itu karena tidak ada koordinasi dengan kami, SAR Parangtritis,” singkatnya.
Hanya Guyon
Alfi akhirnya bersedia buka suara ke kumparan. Alfi memastikan ajakan mendatangi Parangtritis menggunakan baju hijau hanya guyonan semata.
"Itu kan sebenarnya begini, kalau di Amerika Serikat sedang ramai meme Area 51, nah saya bikin parodiannya, itu saja sebenarnya," kata Alfi.
"Jadi, saya iseng bikin. Di Indonesia kan tidak ada tempat rahasia yang terkenal seperti di Area 51. Akhirnya dipilihlah Parangtritis dengan segala misterinya," lanjut videografer itu.
Alfi tak menyangka keisengannya berbuah viral. Dia mengaku undangan tersebut sebenarnya hanya untuk ke sejumlah teman dekatnya.
Terinspirasi Meme "Storm Area 51, They Can't Stop All if Us"
Meme Storm Area 51 adalah guyonan ajakan kepada warga AS untuk menyerbu instalasi militer rahasia AS di Nevada. Area itu menjadi misteri lantaran tidak ada yang benar-benar tahu apa isinya. Dari spekulasi yang berkembang, lokasi itu disebut-sebut menjadi tempat persembunyian alien.
Salah satu pengguna media sosial di AS, Matty Roberts, kemudian membuat meme undangan penyerbuan Area 51. Undangan itu menjadi viral, 1.177.307 orang mendeklarasikan diri untuk "datang", dan ada 970.315 orang yang "tertarik" mengikuti acara ini.
Dari situ, Alfi terinspirasi dan membuat undangan serupa. "Saya akan membuat klarifikasi," ujar dia. "Saya menghormati kearifan lokal di sana (Parangtritis)".
Alfi Minta Maaf
Alfi menjamin undangan ke Parangtritis mengenakan baju hijau adalah fiktif. Hingga kini, ajakannya itu masih disambut belasan ribu orang yang ingin "hadir" dan "tertarik" ke Parangtritis pakai baju hijau.
"Saya minta maaf. Karena niatnya seperti meme Storm Area 51 itu," ujar Alfi.
