Pencarian populer

5 Kekejaman Kartel Sinaloa Pimpinan El Chapo yang Bikin Merinding

Militer Meksiko. Foto: Reuters/Jorge Lopez

Joaquin "El Chapo" Guzman telah divonis bersalah atas 10 dakwaan terhadap dirinya di pengadilan Amerika Serikat. Kartel Sinaloa yang dipimpinnya terbukti menyelundupkan berton-ton narkotika ke AS. Tidak hanya itu, kartel terbesar di Meksiko ini dikenal akan kekejamannya.

Menurut Joshua Fruth, konsultan keamanan transnasional di AS, kekejaman Sinaloa pimpinan El Chapo sangat mengerikan. Bahkan Higgins menyamakannya dengan ISIS.

"Beberapa tahun lalu, warga dunia dikejutkan oleh pemenggalan dan pembakaran manusia oleh ISIS. Ini membuat saya terperanjat. Karena taktik ini telah lama dilakukan Sinaloa," kata Higgins kepada Fox News tahun lalu.

Pemerintah Meksiko menyebut kartel Sinaloa berada di balik 80 ribu pembunuhan sejak 2006. Sumber lain menyebutkan angka korban tewas mencapai 200 ribu orang. Sebanyak 26 ribu orang dinyatakan hilang, diduga raib dimusnahkan geng El Chapo.

Berikut kumparan merangkum lima kekejaman El Chapo dan sindikatnya:

1. Mutilasi

Salah satu metode pembunuhan yang sering digunakan Sinaloa adalah memutilasi korbannya. Potongan-potongan tubuh kerap ditemukan di jalanan kota-kota di Meksiko, cara ini digunakan untuk mengintimidasi masyarakat dan rival mereka.

"Kartel menyukai mutilasi. Mereka memotong kepala, membuang potongan-potongan tubuh ke jalanan atau ke sebuah pesta untuk mengintimidasi dan mengancam," kata Derek Maltz, mantan agen di Badan Pemberantasan Narkoba AS (DEA), kepada Fox News, Desember 2018.

Kartel Sinaloa. Foto: AFP/LUIS ACOSTA

Selain musuh, orang-orang yang dibunuh kartel biasanya adalah mereka yang berutang besar, dianggap ancaman, informan polisi, hingga anggota sendiri yang tidak becus bekerja.

2. Direndam Cairan Asam

Setelah dimutilasi, kartel Sinaloa memusnahkan potongan tubuh korban dengan merendamnya di cairan asam. Orang yang melakukannya adalah Santiago Meza Lopez alias Si Perebus Daging.

Lopez yang ditangkap pada 2009 mengaku bekerja untuk El Chapo sejak 1966. Tugasnya adalah melarutkan daging korban dengan cairan asam di dalam drum. Setelah larut, cairan itu dibuang ke selokan. Lalu tulang belulangnya dikubur di pekuburan massal.

Di lokasi pemusnahan tubuh kota Tijuana, polisi menemukan ribuan tulang belulang. Diperkirakan tulang itu milik sekitar 650 orang.

3. Disuntik Adrenalin

Kartel Sinaloa kerap menyiksa korbannya untuk mengintimidasi atau mengaku. Menurut Fruth, siksaan ini membuat korbannya itu terbunuh pelan-pelan dan menyakitkan.

Salah satu cara yang digunakan Sinaloa, kata Fruth, adalah menyuntikkan adrenalin dan cairan lainnya yang mempengaruhi sistem syaraf korban.

"Suntikan ini membuat mereka tetap sadar untuk meningkatkan respons rasa sakit selama penyiksaan yang lama dan perlahan," kata Fruth.

Warga korban kekejaman kartel sinaloa di Meksiko. Foto: AFP/MATIAS RECART

Taktik ini, lanjut dia, digunakan juga oleh Sinaloa kepada wanita dan anak-anak anggota keluarga rival atau informan polisi. "Kartel ini punya sejarah memperkosa anggota keluarga target mereka," kata Fruth lagi.

4. Dibunuh dengan Dibakar

Cara pembunuhan sadis Sinaloa lainnya adalah dibakar. Bahkan, El Chapo sendiri yang melakukan pembakaran ini.

Hal ini disampaikan Isaias “Memin” Valdez Rios, tangan kanan El Chapo, yang jadi saksi di pengadilan bulan lalu, dikutip dari The Associated Press. Dia melihat sendiri El Chapo memukuli dua pria hingga "tulang-tulang di tubuh mereka hancur".

Ilustrasi pengadilan El Chapo. Foto: REUTERS/Jane Rosenberg

Setelah itu, dia menyeret mereka dengan mobil ke arah api unggun besar. Di tempat itu, El Chapo menembak kepala keduanya dengan senapan. Lalu dia memerintahkan anak buahnya untuk membakar mereka hingga tulang-tulangnya tidak bersisa. Anak buah El Chapo membakar kedua mayat itu hingga pagi.

5. Menguliti Korban

Pembunuhan sadis lainnya yang dilakukan El Chapo terjadi pada 2010. Ketika itu, El Chapo terekam video memenggal kepala korbannya, Hugo Hernandez, dengan gergaji, seperti diberitakan The Telegraph.

Setelah itu, El Chapo menguliti kulit wajah Hernandez dan menjahitnya ke sebuah bola. Bola serta tujuh bagian tubuh Hernandez dibuang ke jalanan kota Los Mozhis, termasuk kepala tanpa kulit wajah, di dalam beberapa plastik.

Di bola itu tertulis pesan "Selamat Tahun Baru, karena ini adalah tahun terakhirmu". Diduga ini adalah ancaman bagi kartel saingan mereka, Juarez.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57