Airlangga Maju Lagi Jadi Ketum Golkar, Klaim Didukung Mayoritas DPD

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Foto: Dok. DPR RI
zoom-in-whitePerbesar
com-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Foto: Dok. DPR RI

Desakan bagi Partai Golkar agar segera mempercepat Musyawarah Nasional (Munas) Luar Biasa terkait pergantian ketua umum kian bermunculan. Hal ini sejalan dengan munculnya nama politikus Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk menduduki posisi ketum.

Namun, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut partainya tetap mengacu pada jadwal Munas yang sudah ditentukan, yaitu Desember 2019. Dia pun memastikan akan maju kembali di bursa pencalonan ketua umum.

"Kalau Munas ada jadwalnya. Ya Desember, insyaAllah (maju lagi)," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/6).

Ketua DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat acara Istighosah menyambut peringatan HUT ke 54 Partai Golkar dan Hari Santri Nasional. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Airlangga bahkan mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari hampir semua pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar. Hal itu tentunya atas penjajakan yang sudah dilakukan selama ini.

"Ada beberapa daerah sudah memberikan dukungan. Sudah hampir semua DPD memberikan dukungan," jelasnya.

Selain itu, Airlangga cukup memahami kemungkinan Bamsoet akan menjadi pesaingnya. Sebab, sistem Munas nantinya berjalan terbuka secara umum.

"Ya namanya Munas Golkar kan terbuka untuk publik," tandasnya.

kumparan post embed

Sementara itu, Bamsoet mengaku tak menolak permintaan sejumlah kader itu. Namun, ia ingin terlebih dahulu memperoleh restu dari sejumlah pihak dan menunggu waktu Munas.

"Kalau nanti pada saatnya saya menyatakan maju, itu berarti saya sudah mendapatkan restu dan pandangan dari stakeholders di mana saya aktif. Dari Pemuda Pancasila, dari FKPPI, teman-teman dari Partai Golkar, SOKSI. Kan saya bagian dari pengurus harian DPP Partai Golkar," kata Ketua DPR itu di Gedung DPR, Senayan, Selasa (18/6).