Aksi Tutup Hidung Warga di Trotoar Stasiun MRT Lebak Bulus yang Pesing

Jalur pejalan kaki di sisi utara menuju barat Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, tercemar bau pesing. Bau tidak sedap itu mengganggu masyarakat yang melewati jalur trotoar tersebut. Banyak yang tampak menahan napas atau menutup hidung saat melintas.
Mega (21), seorang pejalan kaki, mengaku sangat terganggu dengan bau pesing tersebut. Ia tampak menutup hidung saat melewati jalur pedestrian itu. Mega mengaku heran mengapa di jalur trotoar yang ramai orang lewat itu masih ada oknum yang kencing seenaknya.
“Bau sekali. Kok bisa bau kencing ya, padahal ini tempat orang jalan. Kan mengganggu orang,” ujar Mega kepada kumparan, Rabu (13/8).
Mega tidak sendiri. Sebab kebanyakan pejalan kaki yang sempat ditanyai, merasakan hal serupa. Para warga ini tak nyaman dengan keadaan jalur pejalan kaki yang seharusnya dijaga tersebut.
Pejalan kaki lain, seorang karyawan swasta yang sering melintas di trotoar tersebut, Zukri, dengan nada bergurau menyesalkan oknum yang sembarangan mengencingi jalur tersebut
“Iya bau pesing. Itu orang-orang main semprot saja,” ujarnya tanpa menyebut siapa orang-orang yang dimaksud.
Para pejalan kaki jelas mengharapkan jalur trotoar yang bau tersebut bersih seperti trotoar lazimnya. Namun, apa daya, mereka kebanyakan merasa tak punya wewenang untuk mencegah oknum untuk kencing di dekat trotoar.
“Pastinya tidak nyaman (karena bau). Kita mana berhak buat negur orang-orang itu (oknum) itu,” ujar seorang lagi pejalan kaki yang mengaku hendak ke Halte TransJakarta.
Bau tidak sedap di trotoar sisi utara menuju barat Stasiun MRT Lebak Bulus diduga karena kencing sembarangan yang dilakukan awak angkutan umum yang mangkal di dekat trotoar.
“Itu sudah lama ada bau pesing. Yang paling banyak ya sopir-sopir angkot, lalu sopir taksi dan bus juga, mereka kencing di dekat sana. Mungkin karena malas mencari toilet umum ya,” ujar seorang anggota Satpol PP di sekitar lokasi.
Di sepanjang jalur pejalan kaki itu, memang terlihat angkot-angkot berbagai jurusan serta taksi tengah mangkal menunggu penumpang. Beberapa unit bus Damri juga terlihat berhenti dalam waktu lama, menunggu penumpang.
Salah seorang petugas loket armada Damri di sekitar lokasi menyebut, bau tersebut memang sudah lama ada. Ia menyebut sopir-sopir angkot dan taksilah yang sering mengencingi jalur orang ramai tersebut.
“Sopir-sopir taksi ama angkot noh. Malam-malam kalau ke sini, bisa lihat itu. Kalau sopir Damri enggak, paling mereka bawa botol,” ucap sang petugas yang enggan disebutkan namanya.
