Anak Krakatau Masih Erupsi, SBY Minta Warga di Selat Sunda Waspada

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengheningkan cipta untuk korban tsunami Lampung dan Banten. (Foto: Humas Partai Demokrat/Abror Rizki)
zoom-in-whitePerbesar
Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengheningkan cipta untuk korban tsunami Lampung dan Banten. (Foto: Humas Partai Demokrat/Abror Rizki)

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan turut berduka cita atas musibah tsunami di Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung, Sabtu (22/12). Ia menyampaikannya di sela-sela acara pembelakan caleg Partai Demokrat di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat.

"Saya dan keluarga sekaligus keluarga besar Partai Demokrat mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara-saudara kami karena musibah bencana alam di Selat Sunda," kata SBY dalam keterangannya, Minggu (23/12).

Didampingi oleh Agus Harimurti Yudhoyono, Yusuf Macan Effendi, hingga Ferdinand Hutahaean, ia mendoakan semoga seluruh korban bisa tenang di sisi-Nya dan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kesabaran.

Ia juga membeberkan bahwa dirinya terus mengikuti informasi terkini terkait penyebab bencana tsunami akibat erupsi Anak Gunung Krakatau. Lanjutnya, ia mengimbau masyarakat luas memberikan bantuan.

Kader Partai Demokrat mengheningkan cipta untuk korban tsunami Lampung dan Banten. (Foto: Humas Partai Demokrat/Abror Rizki)
zoom-in-whitePerbesar
Kader Partai Demokrat mengheningkan cipta untuk korban tsunami Lampung dan Banten. (Foto: Humas Partai Demokrat/Abror Rizki)

"Erupsi itu (Anak Gunung Krakatau) ternyata belum selesai maka masyarakat di sekitar Selat Sunda, di Lampung Selatan, kemudian bagian barat Banten harus tetap waspada," ucap SBY dengan nada penekanan.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat selalu waspada dan berdoa agar tidak ada tsunami susulan.

"Kita (tetap) waspada sambil memberikan kesempatan kepada pemerintah dan semua pihak untuk melakukan langkah-langkah tanggap darurat," pungkas SBY.

Data terkini BNPB hingga 16.00 WIB menyebutkan, jumlah korban tewas sudah mencapai 222 orang. Sementara itu 843 orang luka-luka dan 28 lainnya hilang.

Saat ini, sudah ada 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan, data ini akan terus berubah karena proses pendataan oleh tim di lokasi masih terus berlanjut. Terlebih, belum semua puskesmas melaporkan jumlah korban yang mereka tampung atau mereka rawat.