kumparan
26 Mar 2019 10:37 WIB

AS Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperlihatkan surat mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Foto: REUTERS/Leah Millis
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (26/3) menandatangani dokumen pengakuan kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.
ADVERTISEMENT
Wilayah itu adalah area sengketa antara Israel dan Suriah. Israel mencaplok Golan pada 1967.
Sementara, pengakuan AS disampaikan Trump saat menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.
"Pembuatan (pengakuan AS terhadap Golan) ini memakan waktu lama," sebut Trump sembari menunjukkan dokumen pengakuan Golan di sebelah PM Netanyahu, seperti dikutip dari AFP, Selasa (26/3).
Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Foto: REUTERS/Ammar Awad
Atas pengakuan AS, Netanyahu mengaku gembira. Dia menegaskan, apa yang dilakukan Trump sangat bersejarah.
Netanyahu menyatakan, dengan pengakuan AS membuat Israel punya kuasa penuh di Dataran Tinggi Golan.
"Kami tidak akan pernah melepaskan (Dataran Tinggi Golan) itu," papar Netanyahu.
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (ketiga dari kanan) memperlihatkan surat mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Foto: REUTERS/Carlos Barria
"Pengakuan kalian (AS) datang saat Golan sudah menjadi lebih penting bagi keamanan kami," tegas Netanyahu.
ADVERTISEMENT
Israel merebut Golan dalam perang enam hari Arab-Israel pada 1967.
Namun, mereka resmi mencaplok Golan pada 1981. Kekuasaan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang memiliki luas 1.800 km persegi itu tidak pernah diakui dunia internasional secara luas.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan