kumparan
31 Agu 2019 19:47 WIB

Baru Tiba dari Kairo, Ibas Ziarah ke Makam Eyangnya di TPU Tanah Kusir

Putra Bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono ziarah ke makam Siti Habibah atau Eyang Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendatangi makam sang eyang, Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ibas memang tak hadir saat proses pemakaman karena masih perjalanan menuju Jakarta.
ADVERTISEMENT
Ibas melayat bersama istrinya, Aliya Rajasa bersama anak-anaknya dan langsung berdoa di makam Eyang Habibah. Saat menerima kabar eyang meninggal, Ibas sedang berada di Kairo, Mesir, untuk melaksanakan tugas sebagai anggota Komisi X DPR RI.
"Saya menerima kabar duka tersebut di Kairo, ketika saya sesungguhnya saya ingin mempercepat kepulangan ke Tanah Air ketika saya mendapatkan kabar bahwa ibunda Pak SBY atau nenek, eyang saya sedang kritis di ICU," kata Ibas di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8).
"Manusia merencanakan, manusia bisa berharap. Tetapi Tuhanlah, Allah subhanahu wata'ala yang menggariskan. ternyata waktu yang kami rencanakan. Waktu kami siapkan tidak sempat untuk saya menemani secara langsung di detik-detik terakhir atau di nafas terakhirnya almarhumah Eyang Habibah," lanjutnya.
Putra Bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono ziarah ke makam Siti Habibah atau Eyang Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Ibas berada di Kairo sejak Selasa (27/8). Setelah mendapat kabar duka, ia pun memutuskan mempercepat kepulangannya ke Indonesia, yang awalnya dijadwalkan Minggu (1/9) esok.
ADVERTISEMENT
Ibas mengakui tahun 2019 menjadi tahun penuh cobaan bagi keluarganya. Sebab, selang tiga bulan sebelumnya, sang ibu Ani Yudhoyono juga berpulang setelah akibat penyakit kanker darah.
"Saya pun sudah ungkapan belasungkawa secara langsung melalui telepon kepada pak SBY. Belasungkawa itu juga sebetulnya saya tujukan kepada diri kami sendiri semuanya. Kedua beliau yang sangat dikasihi, sangat dicintai, sangat disayangi oleh Pak SBY dan keluarga besar kami dipanggil pada sang khalik. Tentu kesedihan itu juga merupakan kesedihan, cobaan, tantangan dan bagian dari sebuah proses kehidupan," ungkap Ibas.
Terkait sosok eyang, Ibas mengungkapkan neneknya itu merupakan pribadi yang kuat dan tabah, hingga SBY bisa menjadi seorang pemimpin di Indonesia.
"Itu adalah satu kehormatan, satu kebahagiaan dan satu kesempatan bagi Pak SBY sudah terlahir dari orang yang hebat, tentunya ibunya karena kita percaya bahwa surga adalah ada di telapak kaki ibu," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan