Pencarian populer

Berburu Produk Indonesia di Senegal, dari Mi Instan hingga Kecap Manis

Indomie dijual di supermarket Senegal. (Foto: Andreas Gerry/kumparan)

Produk asal Indonesia ternyata dapat ditemui di Senegal. Produk-produk ini ditemukan langsung kumparan saat berkunjung ke ibu kota Dakar.

Pada Senin (10/12) kumparan bersama Kedutaan Besar RI di Dakar ikut dalam program market intelligence untuk menemukan beberapa produk-produk Indonesia yang dijual secara eceran di Senegal.

kumparan dan rombongan menuju swalayan yang ramai dikunjungi warga lokal maupun pendatang asing di pinggiran Dakar, Hypermarché Exclusive.

Masuk di swalayan sekira pukul 12.00, kumparan mendapati merek mi instan Indonesia, Indomie, ada di rak paling depan. Tiga varian Indomie; mi goreng, kaldu ayam, dan kaldu udang, ada di ruang pamer terdepan.

Produk-produk tersebut, dihargai 250 CFA atau sekitar Rp 6.300. Dilihat dari bungkus atau ukurannya, Indomie di Indonesia dengan Senegal berat netonya sama 70 gram.

Kecap Indonesia di supermarket Senegal. (Foto: Andreas Gerry/kumparan)

Tampilan bungkusnya juga hampir serupa. Hanya ada terjemahan bahasa Prancis, yang merupakan bahasa resmi Senegal di bungkus tersebut.

Menurut manajer Hypermarché Exclusive, Harys, bukan cuma Indomie yang dijual di tempat itu. Ada beberapa produk Indonesia lainnya, salah satunya Kecap Manis ABC yang dihargai 2.490 CFA atau sekitar Rp 62 ribu per botol.

Menurut Harys barang-barang asal Indonesia tersebut tak mereka impor langsung dari Indonesia. Namun, didapat dari pengecer lain mitra kerja mereka di Senegal.

Produk Indomie memang telah diekspor ke seluruh dunia, namun di Afrika merek ini telah jadi idola.

Indomie pertama kali masuk ke benua itu pada 1988 dan tersebar ke berbagai negara. Selain Indomie, merek mi instan Indonesia lainnya yang juga masuk ke Senegal adalah Mie Sedap pada 2017.

Indomie yang dijual di Senegal. (Foto: Andreas Gerry/kumparan)

Indomie bahkan menjadi salah satu makanan pokok di Afrika. Salah satu konsumen terbesar adalah Nigeria. Menurut media Vice, di Nigeria Indomie menguasai 72 persen pasar mi instan.

Di Senegal pun demikian, Harys mengatakan Indomie adalah merek mi instan terbaik, mengalahkan produk lokal.

"Indomie terbaik, produk nomor satu di sini," ucap Harys.

"Kami bahkan bisa menjual produk Indomie kepada para konsumen sebanyak 30-50 karton per bulannya," lanjut dia.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23