BMKG Ingatkan Warga Agar Tak Percaya Hoaks terkait Gempa Lombok

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasien di RSUP Sanglah masih dievakuasi di tenda darurat BNPB, Senin (6/8). (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasien di RSUP Sanglah masih dievakuasi di tenda darurat BNPB, Senin (6/8). (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar hati-hati dengan kabar hoaks yang menyebar pasca-gempa Lombok. BMKG sendiri memantau adanya hoaks menyebar mulai dari adanya ancaman tsunami hingga gempa besar susulan.

"Tidak perlu takut tsunami, BMKG sudah mengakhiri peringatan," jelas Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Senin (6/8).

Masyarakat jangan percaya berita bohong. Pastikan informasi akurat

Sejumlah pasien dan korban gempa dirawat di tenda darurat di halaman RSUD Mataram, Senin (6/8). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pasien dan korban gempa dirawat di tenda darurat di halaman RSUD Mataram, Senin (6/8). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Daryono menjelaskan, tsunami yang terjadi terkait gempa Lombok 7,0 magnitudo pada Minggu (5/8) malam setinggi 13 centimeter.

"Dan itu tetap disebut tsunami," jelas dia.

Gempa 7,0 magnitudo di Lombok merupakan gempa dangkal yang terjadi di darat yang masuk dalam jalur sesar Flores.

Sedang terkait gempa besar yang akan terjadi, dia meminta masyarakat tak percaya. Pengamatan BMKG, setelah gempa 7,0 magnitudo sangat kecil sekali terjadi gempa susulan yang lebih besar.

"Gempa 7,0 M ini gempa utama. Setelahnya memang akan terjadi gempa susulan, tapi di bawah 6," tegasnya.

Masyarakat agar tetap beraktivitas usaha dan kegiatan sehari-hari. Hati-hati berita hoaks, banyak yang memancing di air keruh