Bupati Purwakarta Desak Pemprov Jabar Evaluasi Tambang Pakai Peledak

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meninjau ulang izin kegiatan pertambangan yang menggunakan bahan peledak di daerahnya.
Desakan itu muncul setelah aktivitas blasting atau peledakan yang dilakukan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) meruntuhkan bongkahan batu raksasa ke arah permukiman warga di Desa Kampung Cihandeleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa (8/10).
"Kami akan segera berkirim surat ke Pemprov Jabar agar mengevaluasi aktivitas perusahaan tambang yang menggunakan bahan peledak," kata Anne di Purwakarta, Rabu (9/10).
Anne mengatakan insiden itu terjadi akibat kelalaian perusahaan tambang. Anne bahkan mendesak Pemprov Jabar menutup PT MSS. Musababnya, apa yang dilakukan PT MSS itu merugikan masyarakat.
Anne tidak hanya menyarankan pemprov meninjau ulang izin kegiatan pertambangan yang menggunakan bahan peledak di daerahnya. Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap peristiwa itu.
Hal tersebut dilakukan karena selama ini aktivitas tambang batu yang dilakukan perusahaan tersebut menggunakan bahan peledak.
Pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait dengan aktivitas pertambangan di daerahnya sebab hal itu wewenang Pemprov Jabar.
