Busyro Minta 6 Caketum Pemuda Muhammadiyah Tak Lakukan Politik Uang

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Busyro Muqoddas (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Busyro Muqoddas (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Persaingan untuk memperebutkan posisi sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah berlangsung ketat. Total ada 6 calon ketum yang memiliki latar belakang kuat di PP Pemuda Muhammadiyah.

Meski persaingan begitu ketat, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas, meminta agar ke-6 caketum itu tidak melakukan politik uang demi mendapatkan jabatan ketua umum.

“Kalau ada orang yang langsung atau tidak langsung di antara 6 calon itu yang bermain, misalnya ada yang bermain money politics atau sejenisnya (memberikan) fasilitas-fasilitas entertaniment maka seharusnya tidak dipilih secara moral, secara agama dan secara budaya juga,” ujar Busyro saat memberikan sambutannya di Muktamar Pemuda Muhammadiyah yang digelar di UMY, Bantul, Selasa (27/11).

Busyro menambahkan, apabila ada dari 6 caketum yang terbukti melakukan praktik politik uang, maka ia meminta kader Pemuda Muhammadiyah untuk menangkap orang tersebut.

“Tangkap, proses ditanya secara baik-baik kalau mereka ada duit dari mana? harus ada tim yang mengusut jangan sampai organisasi sipil seperti Pemuda Muhammadiyah dirusak. Itu penghinaan yang nyata-nyata,” katanya.

Ia berharap Pemuda Muhammadiyah bisa menghindari praktik politik uang tersebut agar tidak menjadi budaya.

“Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu masyarakat sipil pilarnya itu, sejak awal harus memiliki pemimpin yang bermoral dan berakhlak,” tegasnya.

Diketahui Muktamar Pemuda Muhammadiyah berlangsung dari tanggal 25 November 2018 hingga 28 November 2018. Ada enam calon kandidat ketua umum yang akan menggantikan posisi Dahnil Anzar Simanjuntak. Keenamnya itu adalah Ahmad Fanani, Ahmad Labib, Andi Fajar Asti, Faisal, Muhammad Sukron, dan terakhir Sunanto.