Catat, One Way Arus Balik Mulai Diberlakukan Jumat Siang

Libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H hampir usai. Setelah menikmati lebaran di kampung halaman, kini saatnya bagi warga Jakarta untuk kembali ke rutinitasnya masing-masing.
Meski mayoritas para pekerja baru masuk pada Senin (10/6), akan tetapi pada Jumat (7/6) ini dinilai menjadi awal dari arus balik. Adapun puncak arus balik diprediksi terjadi pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6).
Untuk mengatasi padatnya volume kendaraan saat arus balik, Korlantas Polri bersama Kemenhub, Jasa Marga, dan lembaga terkait lainnya telah memutuskan memberlakukan sistem satu arah atau one way.
Pemberlakuan tersebut bukan tanpa sebab. Selama arus mudik, one way yang diberlakukan pada 30 Mei hingga 3 Juni dinilai sukses mengurai padatnya arus lalu lintas.
One way untuk arus balik rencananya diberlakukan pada 7 Juni hingga 10 Juni 2019. Sistem itu akan diberlakukan mulai dari KM 414 Kalikangkung (Tol Semarang) hingga KM 70 Cikampek Utama.
“Dimulai 12.00 WIB sampai 24.00 WIB dari KM 414 Kalikangkung sampai KM 70 Cikampek Utama,” ujar Kakorlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri, di Kantor Jasa Marga, Senin (3/6).
Pemberlakuan one way itu juga bersifat situasional. Artinya bisa saja pemberlakuan one way di luar jam tersebut. Dan jarak tempuhnya bisa saja lebih panjang atau lebih pendek dari yang direncanakan.
Selain one way, Korlantas Polri juga akan memberlakukan sistem contraflow. Sistem ini akan diberlakukan selepas Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama arah Jakarta.
“Contraflow diberlakukan dari KM 70 sampai KM 65, atau sesuai dinamika lapangan dengan pertimbangan diskresi kepolisian,” tuturnya.
Sebelumnya Menhub Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat untuk kembali lebih cepat atau bahkan setelah tanggal 9 Juni.
“Puncak itu akan terjadi pada tanggal 8 dan tanggal 9 (Juni), mulailah balik ke Jakarta tanggal 7. Setelah sungkem-sungkem langsung pulang. Atau sekalian bolos satu hari, jadi tanggal 10 (Juni). Karena tanggal 9 itu akan jadi puncak mudik,” ujar Budi.
Imbauan Budi di atas dalam rangka mengantisipasi potensi kemacetan yang lebih besar saat arus balik, khususnya jalur Tol Cipali yang merupakan jalur paling ramai.
