Dalami Listrik Mati Massal, Polri Singgung Sabotase PLTU Suralaya 2012

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (29/7). Foto: Mirsan Simamora/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (29/7). Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Bareskrim Polri bekerja sama dengan PLN mendalami penyebab mati listrik massal yang melanda Jabodetabek dan pulau lainnya. Penyidikan akan dimulai berlatarbelakang insiden yang sama pada 2012 lalu.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pada 2012 Polri turut menyelidiki penyebab mati listrik massal di Jabodetabek. Hasilnya, saat itu terdapat unsur kesengajaan atau sabotase.

“Gangguan lain sedang kita dalami juga. Karena kita punya case tahun 2012 sama kejadian seperti ini juga kita blackout ada kejadian yang kita ungkap,” kata Dedi di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/8).

Dedi mengungkapkan, pada 2012 terdapat sabotase yang menyebabkan PLTU Suralaya padam total. Pelakunya merupakan oknum yang dengan sengaja merusak sistem aliran listrik.

Meski begitu, Dedi enggan menjelaskan oknum yang terlibat dalam sabotase pada 2012 tersebut.

Ada kejadian unsur kesengajaan di situ. Ada orang lain. Ada tindak pidana,” ujar Dedi.

kumparan post embed

Dari catatan kumparan, tercatat rangkaian insiden pada 2012 di PLTU Suralaya seperti kebakaran pada 4 Juli 2012, dan minimnya stok batubara pada 13 Oktober 2012.

Jabodetabek dan beberapa wilayahnya sempat mengalami mati listrik massal, Minggu (4/8). Listrik tiba-tiba padam sekitar pukul 11.50 WIB secara serentak dan membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin menjelaskan, pemicu insiden ini adalah sistem jaringan listrik 500 kV yang melewati jalur selatan dan utara terhenti. Sehingga, suplai listrik ke arah DKI, Banten, dan Jabar terputus.

Matinya aliran listrik juga berdampak bagi kegiatan masyarakat. Sebab, akibat insiden ini, sejumlah provider mengalami gangguan dan beberapa gerbang tol serta lampu lalu lintas mati.

Selain itu, moda transportasi KRL, MRT, dan kereta bandara juga terpaksa berhenti beroperasi dan baru kembali normal setelah listrik kembali menyala. Untuk itu, PLN sempat berjanji, aliran listrik akan kembali normal sebelum pukul 00.00 WIB.