Demokrat Mulai Proses Pemakzulan Presiden Donald Trump

Ketua DPR Amerika Serikat sekaligus politikus Partai Demokrat, Nancy Pelosi, memulai penyelidikan dan proses pemakzulan Presiden Donald Trump.
Pelosi menuduh Trump melanggar sumpah jabatan presiden. Pasalnya, Trump meminta pihak asing untuk merusak reputasi bakal calon presiden Partai Demokrat, Joe Biden.
"Langkah Presiden Trump mengungkapkan fakta tidak terhormat adalah pelanggaran sumpah jabatan AS, pengkhianatan terhadap keamanan nasional AS dan pengkhianatan terhadap integritas pemilu kami," kata Pelosi seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/9).
"Oleh karena itu, hari ini saya umumkan dimulainya proses pemakzulan. Presiden harus dimintai pertanggung jawaban, tidak ada yang di atas hukum," sambung dia.
Seusai dimulainya proses pemakzulan, Trump langsung merespons keras. Dia menegaskan, langkah Pelosi sebagai persekusi dan sampah.
Trump bahkan mengatakan, langkah Pelosi sia-sia dan tak akan menjatuhkan. Tindakan itu malah akan membuat dirinya kembali terpilih.
"(Langkah Pelosi) penghinaan bagi Presiden," kecam Trump.
"Hari ini adalah hari yang penting di PBB, saya banyak kerjaan dan kesuksesan, tapi Demokrat dengan sengaja menghancurkan dan merendahkannya dengan kabar sampah mengenai persekusi," jelas Trump twitternya.
Proses pemakzulan merupakan langkah awal dari suatu proses panjang untuk menjatuhkan Trump. Media AFP menulis, kecil kemungkinan Trump bakal lengser lewat proses ini, sebab pemilu AS akan diselenggarakan dalam waktu 14 bulan ke depan.
Sementara itu kemarahan Demokrat atas Trump bermula dari komunikasi politikus Partai Republik itu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Trump meminta Zelensky menyelidiki dugaan korupsi atas pesaingnya Joe Biden dan anaknya Hunter. Keluarga Biden memiliki bisnis di Ukraina.
Demokrat menuding langkah Trump tindakan merusak reputasi mereka jelang pemilu. Biden hingga saat ini masih menjadi unggulan nomor satu Demokrat untuk menghadapi Trump di pemilu.
