Pencarian populer

Dimaz Pratama, Mahasiswa UII yang Viral di Medsos karena Mirip Jokowi

Dimaz Pratama Wijaya, Mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yang mirip dengan Joko Widodo (Foto: Instagram/@mahasiswajogja.id)

Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial diramaikan oleh mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang mirip dengan Presiden Joko Widodo. Dimaz Pratama Wijaya, remaja kelahiran 17 Januari 2000 asal Batam itu tengah menjadi perbincangan orang-orang saat fotonya diunggah dalam akun Instagram @mahasiswajogja.id.

Saat ditemui di kampusnya, Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, Dimaz sedang mengenakan jaket berwarna hijau tua dengan tulisan nama 'Jokowi' di sebelah kanan. Ia mengaku jaket tersebut merupakan jaket angkatannya saat bersekolah di SMAN 1 Batam.

"Jaket bertuliskan Jokowi idenya dari zaman SMA. Jaket angkatan waktu SMA, saya dijuluki Jokowi temen-temen manggil saya Jokowi. Ya udah saya buat nama Jokowi saja biar lebih dikenal lagi," cerita pemuda 18 tahun itu kepada wartawan, Senin (3/9).

"Ya yang belum kenal, semenjak tahu saya mirip Jokowi ya antusias. Ya pada senang lihat saya. Dari senyumnya yang paling mirip katanya. Apalagi dibandingkan Jokowi waktu muda," imbuhnya.

Dimaz Pratama Wijaya asal Batam yang mirip Jokowi (Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan)

Idolakan Sosok Jokowi

Dimaz secara terang-terangan mengaku sangat mengidolakan Jokowi. Mulai dari gaya Jokowi saat blusukan dan menyapa masyarakat, ternyata juga diterapkan Dimaz dalam lingkungan pertemanannya sehingga ia lebih akrab dengan teman-temannya.

"Salah satu panutan bagi saya. Perilaku Jokowi sederhana, Jokowi sering turun ke warga langsung. Kalau saya bentuknya ke temen-temen dulu," ucap Dimaz.

Mahasiswa semester 1 Fakultas Hukum UII yang sudah dicap mirip Jokowi sejak kelas 2 SMP itu bercita-cita menjadi notaris.

"Dari sebelum UAS emang targetnya UII. Fakultas Hukum karena hukum di UII yang terbaik di Jogja dan Indonesia. Orang tua saya merekomendasikan di sini," tutur dia.

Dimaz Pratama Wijaya asal Batam yang mirip Jokowi (Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan)

Pihak Kampus Tak Izinkan Dimaz Pakai Jaket 'Jokowi'

Namun, nampaknya kebersamaan Dimaz bersama jaket 'Jokowi' tak akan lama. Pasalnya, pihak kampus mengaku tak mengizinkan Dimaz mengenakan jaket tersebut di lingkungan kampus dengan alasan netralitas memasuki tahun politik.

"Berkaitan dengan kemiripan salah satu mahasiswa saya itu adalah mungkin karena itu ciptaan Allah. Saya tidak bisa menghalangi yang mirip Pak Jokowi presiden kita, itu adalah hak seseorang. Kalau dia mengidolakan juga itu hak seseorang," jelas Dekan Fakultas Hukum UII Abdul Jamil saat dikonfirmasi.

"Jangan sampai menggunakan nama-nama yang menjadi nametag apa itu dia taruh di jaketnya, apa itu ditaruh di bajunya. Kecuali kalau itu nama dia yang asli, kita tidak bisa menghalangi," lanjutnya.

Jamil menuturkan tak ingin ke depannya jaket tersebut menimbulkan konflik-konflik yang tak diinginkan oleh pihak kampus. Selain itu juga ingin meminimalisir potensi pencemaran nama baik seseorang jika ada tindakan negatif.

"Jaket 'Jokowi' nanti akan saya nasihati mungkin dia belum paham itu. Jangan sampai nama itu menjadi sesuatu yang menimbulkan sesuatu. Bagi yang tidak mendukung itu kan jadi masalah juga," ujar dia.

Dimaz Pratama Wijaya asal Batam yang mirip Jokowi (Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan)

Suasana kampus UII Yogyakarta diharapkan dapat kondusif pada tahun politik kali ini. Pihak kampus juga melarang adanya kegiatan politik di dalam kampus, tetapi setiap mahasiswa dibebaskan untuk memilih dan mendukung siapapun asalkan tak dibawa hingga ke lingkungan kampus.

"Karena sekarang musim tahun politik, jangan sampai antara teman yang satu dengan teman yang lain terjadi konflik antar pendukung. Hak pendukung satu dan satunya harus saling dihargai jangan membawa dampak negatif di tahun politik," ucap Jamil.

Larangan berpolitik di kampus juga tak hanya berlaku bagi mahasiswa, tetapi seluruh staf dan pengajar di kampus. Mereka secara formal tak boleh menjadi partisipan maupun pengurus partai. Jika ada yang melanggar, pihak kampus sudah menyiapkan sanksi ringan seperti peringatan, sanksi sedang berupa skors hingga sanksi berat.

"UII netral dan didirikan pendiri bangsa. Siapa pun yang menjadi presiden akan kita dukung dan kita tidak mungkin makar," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: