Donald Trump Jatuhkan Sanksi kepada Turki Atas Serangan ke Suriah

Presiden Amerika Serikat Donald menjatuhkan sanksi dan tambahan tarif impor kepada Turki sebagai hukuman atas serangan mereka ke Suriah. Langkah ini diambil setelah Trump menuai kecaman Kongres karena dianggap membiarkan Turki melancarkan serangan.
Diberitakan AFP, sanksi dijatuhkan Trump pada Senin (14/10) waktu AS. Sebelumnya, Trump seakan memberikan lampu hijau atas serangan Turki ke pasukan Kurdi di utara Suriah dengan menarik pasukan AS dari sana.
Namun setelah dikecam Kongres karena dianggap mengabaikan Kurdi yang telah membantu memberantas ISIS, Trump berubah pikiran. Trump menyerukan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk gencatan senjata demi mencegah korban jatuh lebih banyak.
"Saya siap menghancurkan perekonomian Turki jika pemimpin Turki melanjutkan jalan kehancuran dan berbahaya ini," kata Trump. Padahal sebelumnya Trump menyanjung hubungan baiknya dengan Erdogan.
Beberapa pejabat tinggi Turki mendapatkan sanksi dari AS, namun belum diterapkan. AS juga menghentikan perundingan kerja sama ekonomi dengan Turki yang bernilai hingga USD 100 miliar.
Trump juga menerapkan kembali tarif 50 persen untuk produk besi Turki. Sebelumnya tarif ini sempat diberlakukan AS tahun lalu untuk memaksa Turki membebaskan seorang pastor. Ketika itu, nilai mata uang lira terjun bebas.
"Amerika Serikat tidak akan menoleransi invasi lebih jauh Turki ke Suriah. Kami menyerukan Turki untuk hentikan kekerasan dan menuju meja perundingan," kata Wakil Presiden AS Mike Pence.
Anggota Kongres AS walau menyambut baik keputusan Trump itu namun mengaku kurang puas. Mereka mengatakan sanksi itu tidak cukup untuk menghentikan Turki.
Tiga Senator Partai Demokrat mengatakan akan bekerja sama dengan Partai Republik untuk memaksa Trump kembali menempatkan tentara AS di utara Suriah.
Erdogan, sementara itu, seakan tidak peduli dengan langkah AS. Dia mengatakan akan terus maju menggempur Kurdi yang dianggap teroris.
Erdogan beralasan serangan itu untuk mengamankan utara Suriah yang akan mereka jadikan zona aman bagi jutaan pengungsi.
"Kami akan melanjutkan operasi militer hingga akhir, tanpa menghiraukan ancaman. Pertempuran kami akan berlanjut sampai kemenangan diperoleh," kata Erdogan.
