Pencarian populer

Donald Trump Tetap Salahkan Korea Utara Atas Kematian Mahasiswa AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers setelah pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Hotel JW Marriott di Hanoi, Vietnam, Kamis, (28/2). Foto: REUTERS / Jorge Silva

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Pemerintah Korea Utara tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kematian Otto Warmbier, seorang mahasiswa asal AS yang meninggal diduga akibat disiksa di penjara Korut.

Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun twitternya setelah mendapat kecaman dari publik AS. Sebab sebelumnya Trump menyampaikan Kim Jong-un tidak mengetahui apa yang terjadi pada Otto selama masa penahanannya. Trump mengaku percaya pada kata-kata orang nomor satu di Korut itu.

Donald Trump dan Kim Jong-un. Foto: Reuters/Jonathan Ernst

“Kim mengatakan kepada saya bahwa dia tidak tahu tentang hal itu, dan saya akan ambil kata-katanya,” kata Trump, dikutip dari AFP, Sabtu (2/3).

Pernyataan Trump tersebut langsung mendapat kecaman dari orangtua Otto. Keduanya mengutuk “pujian mewah” Trump kepada Kim.

“Kim dan rezim jahatnya bertanggung jawab atas kematian putra kami Otto. Kim dan rezim jahatnya bertanggung jawab atas kekejaman yang tidak berperikemanusiaan yang tak terbayangkan, tidak ada alasan atau pujian yang bisa mengubah itu,” tulis mereka dalam sebuah pernyataan.

Trump kemudian merespons protes itu lewat sebuah cuitan. Trump bersikeras bahwa Korut bertanggung jawab atas kematian siswa tersebut. Namun, dalam cuitannya Trump sama sekali tidak menyebut nama Kim atau tidak secara langsung menyalahkan Kim.

“Saya tidak pernah suka disalahtafsirkan, terutama ketika menyangkut Otto Warmbier dan keluarga besarnya, tentu saja saya menganggap Korea Utara bertanggung jawab atas penganiayaan dan kematian Otto,” tulis Trump dikutip dari akun twitternya, Sabtu (3/2).

“Yang paling penting, Otto Warmbier tidak akan mati sia-sia. Otto dan keluarganya telah menjadi simbol luar biasa dari semangat dan kekuatan, yang akan bertahan hingga masa depan,” cuitnya lagi.

Otto Warmbier merupakan pemuda asal AS yang diduga tewas setelah mengalami penyiksaan di penjara Korut. Ia meninggal dunia pada tahun 2017, tidak lama setelah dibebaskan dan dipulangkan ke AS dalam keadaan koma dari Korut.

Warmbier dipenjara pada Januari 2016 atas tuduhan mencuri material propaganda dari hotel tempatnya menginap di Pyongyang. Pemuda Virginia itu divonis 15 tahun kerja paksa oleh pengadilan Korut atas tindakan tersebut.

Selama 17 bulan dipenjara, Warmbier diduga disiksa. Autopsi di Ohio menyebut kematian Warmbier terjadi karena kekurangan oksigen dan darah ke otaknya. Pemerintah Korut membantah menyiksa Warmbier, mengatakan dia jatuh koma karena botulisme dan kecanduan pil tidur.

Saat itu, Trump sempat menyebut Kim sebagai “orang gila yang tidak keberatan kelaparan atau membunuh bangsanya”.

Kematian Otto menyebabkan Pengadilan Amerika Serikat menuntut Korea Utara untuk membayar kompensasi sebesar USD 501 juta atau lebih dari Rp 7,2 triliun.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Senin,20/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20