kumparan
19 Okt 2018 13:25 WIB

DPR Bahas Kelayakan Lokasi Lapangan Tembak Senayan Pekan Depan

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo atau biasa disapa Bamsoet, berencana menggundang beberapa pihak terkait untuk membahas keamanan di area Gedung DPR setelah terjadinya insiden peluru nyasar pada Senin (15/10) lalu. Rencana pembahasan itu dilaksanakan pekan depan.
ADVERTISEMENT
"Minggu depan saya sudah minta untuk mengundang kepolisian, pihak badan pengelola Bung Karno sebagai pengelola lapangan ini dan pihak Perbakin sebagai penyewa kantor di sini dan memberikan asesmen anggotanya berlatih disini," kata Bamsoet di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/10).
Bamsoet mengatakan, dalam pembahasan itu akan turut mengkaji apakah Lapangan Tembak Senayan masih layak digunakan untuk latihan menembak atau tidak.
"Kemenpora juga sebagai penanggung jawab atlet, pembinaan atlet, dan pihak Setneg sebagai pihak pemilik lahan (akan kami undang) untuk mengkaji ulang apakah (Lapangan Tembak Senayan) masih laik pakai atau tidak," ucap Bamsoet.
Kondisi lapangan tembak di Senayan. (Foto: Raga Imam/kumparan)
Bamsoet tidak ingin kejadian peluru nyasar ini kembali terulang. Sebab kejadian ini, kata politikus Golkar itu, mempengaruhi kondisi psikologis dari seluruh anggota DPR dan juga karyawan.
ADVERTISEMENT
"Kami sebagai pimpinan DPR tidak ingin ada anggota karyawan yang was-was secara psikis karena ini sudah masuk Pasal 2 ayat 5 Kepres 63 tahun 2004, yakni menjadi kewajiban pihak keamanan negara memberikan perlindungan dan membangun sistem keamanan agar tidak terjadi hal seperti ini," jelas Bamsoet.
Lebih lanjut, Bamsoet menyerahkan sepenuhnya masalah keamanan di area DPR kepada pihak berwajib untuk dicarikan solusi yang terbaik apabila nantinya Lapangan Tembak Senayan tidak jadi dipindah.
"Saya kembalikan kepada pihak keamanan untuk mengkaji apakah memasang kaca film yang bisa menahan peluru atau bikin payung yang besar, terserah kita serahkan pada pihak keamanan," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan