Pencarian populer

El Chapo, Bos Kokain Terkaya Dunia yang Kini Kedinginan di Penjara

Bos Kartel Narkotika Meksiko El Chapo (Foto: Wikipedia)

Tidak ada lagi kumis melintang di atas bibir Joaquin "El Chapo" Guzman. Dia juga terlibat kurusan, kondisinya hampir mengenaskan. Padahal, dia pernah bergelimang harta dan hidup nyaman. Kini, dia menggigil di penjara.

Itulah kiranya gambaran yang dituliskan AFP soal El Chapo, bos narkotika paling ditakuti di Meksiko.

El Chapo atau "Si Pendek" telah mendekam di penjara Amerika Serikat sejak dideportasi dari Meksiko tahun lalu. Awal pekan ini (5/11), dia akan diadili di New York atas penyelundupan narkoba ke AS sebesar 154 ton selama 25 tahun. Nilai perdagangan kokain, herin, ganja, dan sabu itu mencapai USD 14 miliar atau Rp 209 triliun.

Pria 61 tahun ini licin bak belut. Dia pernah pernah dua kali kabur dari penjara. Pertama pada 2001 dan kedua pada 2014. AS tidak ingin ambil risiko, El Chapo dimasukkan ke sel isolasi khusus tanpa ada peluang untuk kabur.

Kedinginan di Sel

Dalam suratnya kepada Hakim Brian Cohan yang mengadili kasusnya, El Chapo mengeluhkan kondisi kesehatannya yang buruk.

"Saya sakit kepala setiap hari. Saya muntah hampir setiap hari. Dua gigi geraham saya harus diobati, rasanya sakit sekali," kata El Chapo.

Ayah dari 12-13 anak ini juga mengeluhkan kondisi selnya yang buruk, entah itu terlalu dingin atau terlalu panas. "Ini penyiksaan, 24 jam sehari," tulis dia.

Joaquin “El Chapo” Guzman. (Foto: AFP/ALFREDO ESTRELLA)

Nama El Chapo identik dengan tiga hal: kekayaan, narkotika, dan pembunuhan. Geng Sinaloa yang dibentuknya pada 1989 menguasai hingga 60 persen perdagangan narkoba di Meksiko. Per tahunnya, Sinaloa mendapatkan pemasukan hingga USD 3 miliar.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan AS, El Chapo adalah "penyelundup narkoba paling kuat di dunia". Dari 2009 hingga 2011, majalah Forbes memasukkan El Chapo dalam daftar orang paling kaya dunia dengan kekayaan hingga USD 1 miliar. Dia punya kapal selam, kapal mewah, hingga jet pribadi.

Ladang narkotika adalah bisnis subur di Meksiko sehingga banyak memunculkan perselisihan kartel. Total ada 29 ribu orang tewas dalam perang kartel. Pada 2014 Sinaloa sendiri mengklaim telah membunuh 2.000 hingga 3.000 orang.

Tidak Lulus Sekolah

Mengutip CNN, El Chapo konon sulit untuk bisa membaca karena putus sekolah. Sekolah formal yang pernah diikutinya hanya hingga kelas 3 SD. Lahir di Badiraguato pada 4 April 1957, El Chapo kecil hidup dalam kemiskinan.

"Saya sangat miskin. Saya jualan jeruk, minuman ringan, permen," kata El Chapo dalam wawancara dengan aktor Sean Penn di lokasi rahasia untuk majalah Rolling Stone pada 2016.

Kepada Penn, pria yang pernah tiga kali menikah ini mengaku masuk bisnis narkoba pada usia 15 tahun karena terpaksa, tidak ada peluang kerja saat itu.

"Satu-satunya cara mendapat uang untuk beli makanan, untuk bertahan hidup, adalah menanam opium, mariyuana, dan di usia itu, saya mulai menanamnya, membudidayakannya dan menjualnya," kata El Chapo lagi.

Bos Kartel Narkotika Meksiko El Chapo (Foto: REUTERS/Henry Romero)

Dia lalu direkrut oleh kartel narkotika Guadalajara, Miguel Angel Felix Gallardo, yang dikenal sebagai "The Godfather"-nya kartel modern Meksiko. Setelah Felix Gallardo ditangkap pada 1989, El Chapo mendirikan kartel Sinaloa dan namanya melambung sangat cepat.

Di negara bagian Sinaloa, El Chapo dianggap bak Robin Hood bagi orang miskin. Lagu-lagu lantas dibuat untuk menyanjung El Chapo. Di Meksiko bahkan ada genre musik khusus untuk lagu-lagu pujian bagi kartel, yaitu "narcocorridos".

Namun bagi bagi AS, El Chapo adalah musuh besar. Narkoba yang dikirimkan dari Meksiko memicu epidemi kecanduan di Amerika.

Pada 2016, rata-rata 174 orang di AS meninggal dunia setiap hari akibat overdosis narkotika. Itulah sebabnya, AS gemas betul dan ingin agar dia diadili di negara mereka.

Pengadilan El Chapo diperkirakan akan berlangsung selama empat bulan. Dia dijerat 11 dakwaan dengan ancaman penjara seumur hidup. AS ingin memastikan El Chapo tidak akan lagi menghirup udara bebas hingga akhir hayat.

Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61