Ganjar Ingatkan soal Integritas saat Bertemu DPRD Jateng Terpilih

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengendus dugaan penyelewengan dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jateng Tahun 2018 untuk Kabupaten Kendal dan Pekalongan. Dana sekitar Rp 7,5 miliar itu diduga bantuan di sektor pendidikan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadikan kasus tersebut sebagai pesan kepada para anggota DPRD Jateng terpilih agar selalu menjaga integritas. Para anggota DPRD Jateng itu akan dilantik pada Selasa (3/9).

“Integritas-integritas yang rendah ini kita harapkan bisa dikurangi, dan kawan-kawan dari dewan dari awal sudah ikut mengetahui persoalan ini,” ujar Ganjar usai menghadiri acara silaturahmi dengan anggota dewan terpilih di Gedung Gradhika, Kompleks Gubernuran, Kota Semarang, Senin (2/9).

kumparan post embed

Ganjar menegaskan kasus tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama, baik eksekutif maupun legislatif, agar memperhatikan betul saat menyalurkan bantuan.

“Agar tidak ada cara-cara yang keliru, kemudian ini bisa menjadikan indikasi gratifikasi atau korupsi,” tegasnya.

Dalam silaturahmi itu, Ganjar memaparkan program kerja dalam pemerintahan periode keduanya. Dia berharap Pemprov Jateng dapat bersinergi dengan anggota dewan periode 2019-2024 ke depannya.

“Ini saya ingatkan dari awal sehingga nanti dalam perencanaan pembangunan kita dalam rapat barisan yang sama,” tegas Ganjar.

Kejati Jateng saat ini menyelidiki dugaan penyelewengan banprov di Kabupaten Kendal dan Pekalongan. Kabupaten Kendal sebelumnya mendapat banprov sebesar Rp 10.518.000.000, sedangkan Pekalongan mendapat banprov sebanyak Rp 12.919.000.000.

Namun, Kejati Jateng hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.