Gembong Narkoba 'El Chapo' Divonis Penjara Seumur Hidup di AS

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman. Foto: AFP/ALFREDO ESTRELLA
zoom-in-whitePerbesar
Gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman. Foto: AFP/ALFREDO ESTRELLA

Salah satu penjahat paling kuat dan terkenal di dunia, sang penguasa narkoba Meksiko Joaquin 'El Chapo' Guzman, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Brooklyn, New York, Rabu (17/7).

Vonis kepada mantan pemimpin kartel narkoba Sinaloa itu diberikan menyusul putusan bersalah atas serangkaian tuduhan pada Februari lalu, termasuk di antaranya penyelundupan ratusan ton kokain, heroin, metamfetamin, dan ganja ke negeri Paman Sam.

Ilustrasi pengadilan El Chapo. Foto: REUTERS/Jane Rosenberg

El Chapo yang hadir di persidangan dengan mengenakan jas abu-abu, kemeja ungu, dan dasi ungu berupaya tegar. Di ruang sidang, dia mengaku doa dari keluarga dan pendukungnya yang memberinya kekuatan untuk menjalani persidangan yang dinilainya tidak manusiawi.

Ketika memasuki ruang sidang, El Chapo sempat melemparkan kecupan kepada sang istri Emma Coronel. Selama masa penahanan masa sidang, yang lamanya lebih dari dua tahun, ia dilarang untuk melakukan kontak apapun dengan istrinya, termasuk dua anak kembarnya.

Ilustrasi pengadilan El Chapo. Foto: REUTERS/Jane Rosenberg

Dilansir dari AFP, Kamis (18/7), Hakim Brian Cogan juga menjatuhkan hukuman tambahan 30 tahun penjara. Hakim juga memutuskan untuk menyita seluruh kekayaan El Chapo yang diperkirakan bernilai USD 12,6 miliar.

El Chapo dianggap sebagai raja narkoba paling berpengaruh setelah Pablo Escobar di Kolombia yang terbunuh dalam baku tembak polisi pada 1994.

Selama tiga bulan persidangan, hakim mendengar bukti dari 56 saksi yang menggambarkan bos kartel itu memukul, menembak dan bahkan mengubur hidup-hidup orang-orang yang menghalangi pekerjaannya, termasuk informan dan anggota geng saingan.

Bos kartel narkotika Meksiko, El Chapo. Foto: U.S. Department of Justice/Handout via REUTERS

Pria berusia 62 tahun itu kecewa atas putusan hakim. Ia menunjukkan ekspresi sulit menerima putusan pengadilan yang memutus hukuman seumur hidup untuknya.

"Tidak ada keadilan disini," komentar El Chapo dengan menggunakan bahasa Spanyol.

Ia tidak menyatakan sedikit pun kata penyesalan dalam kesempatan terakhir untuk berbicara di depan umum sebelum menjalani hari-harinya di penjara.

Kuasa hukum El Chapo menyatakan akan melakukan banding atas keputusan terhadap kliennya itu. Alasannya, mereka menganggap juri tidak netral karena membaca pemberitaan terkait kasus itu di luar persidangan.

embed from external kumparan