GNPF Ulama: Ijtima Ulama IV Tak Berkaitan Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

GNPF Ulama menyelenggarakan Ijtima Ulama 4 di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8). Sekjen GNPF-U, Edy Mulyadi, menyampaikan diadakannya ijtima ulama kali ini tak berkaitan dengan usaha rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Subianto.
Edy menuturkan keputusan diadakannya ijtima ulama keempat kalinya ini sudah direncanakan sejak pertemuan Jokowi-Prabowo di Moda Raya Terpadu (MRT) pada pertengahan Juli 2019.
“Apakah ijtima 4 menyikapi pertemuan Lebak Bulus? Apakah Ijtima 4 ini diselenggarakan karena ulama kecewa atas rekonsiliasi? Jadi harus saya jelaskan sedikit, keputusan menyelenggarakan ijtima ini diambil dalam rapat GNPF 11 Juli. Dan kita tahu, dua hari kemudian 13 Juli terjadi pertemuan Lebak Bulus,” ujar Edy di lokasi, Senin (5/8).
Edy menyebut pihaknya juga tidak memprediksi akan terjadi pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Termasuk pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, yang berlangsung beberapa hari setelah Jokowi-Prabowo bertemu.
Ia kembali menegaskan bahwa setelah keputusan MK, baik itu GNPF-U, Persatuan Alumni (PA) 212, hingga Front Pembela Islam (FPI), sudah tidak berhubungan lagi dengan tim Prabowo-Sandiaga Uno seperti saat Pilpres 2019.
“Yang saya garisbawahi kami GNPF, FPI, PA 212 menerapkan setelah MK memenangkan 01 atas 02, kita tidak ada lagi kontestasi pilpres dan sebagainya,” ujar Edy.
“Ini murni untuk kepentingan bangsa. Khususnya agar ke depan dalam bernegara, berbangsa, tidak ada lagi kezaliman,” tandasnya.
Rencananya, ijtima ulama ke-4 akan dibuka oleh Imam Besar FPI Rizieq Syihab melalui rekaman dari Makkah, Arab Saudi. Sejauh ini, sudah ada 850 ulama dan tokoh-tokoh yang terkonfirmasi hadir. Jumlah masih bisa bertambah karena masih ada perwakilan provinsi yang belum konfirmasi kehadiran.
Salah satu pembahasan ijtima ulama kali ini terkait pemulangan Rizieq Syihab dari Arab Saudi.
