kumparan
14 Mar 2019 12:25 WIB

Habib Bahar Merasa Dizalimi Rezim Jokowi: Tunggu Saya Keluar

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith menjalani sidang lanjutan di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan 2 remaja, Habib Bahar, merasa perkara yang menimpanya, hingga membuat ia ditahan, merupakan ketidakadilan hukum di rezim Jokowi.
ADVERTISEMENT
Hal itu ia katakan usai sidang ketiga dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi pengacaranya. Habib Bahar bahkan mewanti-wanti Jokowi saat ia nanti bebas dari masa penahanan.
“Sampaikan kepada Jokowi tunggu saya keluar. Tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya,” kata Habib Bahar usai sidang di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis (14/3).

“Tunggu saya keluar, ketidakadilan hukum dari Jokowi. Tunggu saya, akan dia rasakan,” lanjut Bahar tegas sambil meninggalkan tempat persidangan.

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang lanjutan di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/3). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pada sidang sebelumnya, Rabu (6/3), Habib Bahar menyatakan tak takut dengan ancaman pidana yang menjeratnya. Sekalipun ia dijerat dengan tiga dakwaan dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara.
"Tak peduli seberapa besar ancaman hukuman, siksaan, tetapi kami tak akan pernah tunduk kepada kezaliman," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Dalam kasus ini, Habib Bahar dan dua temannya didakwa telah menganiaya 2 remaja hingga babak belur di ponpes miliknya, Pondok Pesantren Ta'jul Alawiyin yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 1 Desember 2018.
Jaksa menilai Habib Bahar menganiaya kedua korban karena telah berpura-pura sebagai dirinya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan