Imam Nahrawi Ditahan KPK: Ini Takdir Saya

27 September 2019 18:34 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Imam Nahrawi kenakan rompi oranye, usai jalani pemeriksaan KPK, Jumat (27/9/2019). Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Imam Nahrawi kenakan rompi oranye, usai jalani pemeriksaan KPK, Jumat (27/9/2019). Foto: Fitra Andrianto/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi resmi ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan selama 7 jam, atau sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (27/9).
ADVERTISEMENT
Usai diperiksa, Imam keluar gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye dan borgol. Kepada para wartawan yang telah menungginya di lobi KPK, Imam hanya memberikan sedikit pernyataan.
Imam meminta doa kepada semua pihak agar dia bisa menjalani proses hukum yang ia hadapi saat ini. Menurutnya, penahanan ini merupakan takdir yang harus diterimanya.
"Saya sudah dimintai keterangan sebagai tersangka, dan sebagai warga negara saya mengikuti prosedur yang ada. Saya yakin hari ini takdir saya," kata Imam.
Menurut Imam, semua takdir yang telah ditentukan oleh Tuhan tidak ada yang tidak baik. Maka, ia akan menjalani takdirnya dengan mengikuti prosedur hukum.
"Semua manusia akan menghadapi takdirnya. Demi Allah Maha Baik dan takdirnya tak pernah salah. Doakan saya, saya mengikuti prosedur hukum yang saya jalani," ujar Imam.
ADVERTISEMENT
Kemudian Imam pun langsung memasuki mobil tahanan untuk menuju tahanan KPK.
Dalam perkaranya Imam Nahrawi dijerat bersama asisten pribadinya yang bernama Miftahul Ulum. Untuk Ulum sebelumnya pihak KPK telah ditahan pada tanggal 11 September 2019.
KPK menduga Imam dan Ulum terlibat kasus penyaluran dana hibah dari Kemenpora kepada KONI. Selain itu, terkait juga jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain terkait jabatan Imam selaku Menpora.
Total suap dan gratifikasi yang diduga diterima Imam dan Ulum mencapai Rp 26,5 miliar.
Sebelumnya, penyidik sudah memetakan salah satu dugaan sumber suap kepada Imam Nahrawi. Diduga, suap itu merupakan commitment fee terkait tiga proyek bantuan Kemenpora kepada KONI.
ADVERTISEMENT
Tiga proyek itu adalah pertama, anggaran fasilitasi bantuan untuk dukungan administrasi KONI mendukung persiapan Asian Games 2018.
Kedua, anggaran fasilitas bantuan kegiatan peningkatan kapasitas tenaga keolahragaan KONI pusat Tahun 2018. Ketiga, bantuan pemerintah kepada KONI dalam pelaksanaan pengawasan dan pendampingan pada kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional.
Kini, penyidik pun tengah menelusuri aset-aset milik Imam dan Ulum.