kumparan
28 Jan 2019 17:46 WIB

Jika Menang, Prabowo Subianto Minta Menteri Teken Komitmen Antikorupsi

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Foto: Antara/Aprillio Akbar)
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto punya dua misi penting jika nanti terpilih di pilpres 2019 mendatang. Selain fokus memperbaiki perekonomian bangsa, Prabowo bersama cawapresnya Sandiaga Uno akan mewujudkan pemerintahan yang bebas korupsi.
ADVERTISEMENT
Saat menghadiri acara Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (26/1) kemarin, Prabowo Subianto mengajukan beberapa syarat bagi calon menteri jika nanti ia mendapatkan mandat dari rakyat menduduki posisi RI-1.
Deklarasi itu sendiri dihadiri sekitar 4.400 alumnus dari 115 perguruan tinggi di penjuru Tanah Air. Prabowo Subianto mengaku akan memilih calon menteri yang miliki rekam jejak bersih dari korupsi dan berintegritas.
"Saya akan meminta para menteri untuk menandatangani komitmen bahwa dirinya tidak akan memperkaya diri sendiri, memberikan proyek kepada keluarganya, saudaranya, tetangganya. Harus transparan dan memakmurkan rakyat. Kalau mereka tidak mau tanda tangan maka dia tidak layak bergabung dalam kabinet Indonesia Adil Makmur," ujar Prabowo.
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Komitmen Prabowo Subianto untuk menciptakan pemerintahan yang bebas korupsi bukan tanpa alasan. Menurut Prabowo, pembangunan infrastruktur saat ini tidak berdampak langsung kepada masyarakat dan hanya dinikmati segelintir orang.
ADVERTISEMENT
"Kita mengerti masalah yang dihadapi, elite Indonesia telah gagal. Kalau ksatria, kalau punya rasa tanggungjawab, kalau tidak berhasil, sebagai bangsa yang besar, bangsa yang kuat, maka elitenya akan minta maaf dan tinggalkan panggung," kata Prabowo dalam siaran persnya.
Untuk menuju pemerintahan yang bersih, Prabowo juga berjanji meningkatkan kesejahteraan aparatur penegak hukum seperti hakim dan polisi. "Kita ingin kita dihormati dan disegani. Kita ingin hakim kita tidak bisa disogok. Itu cita-cita kita bersama," lanjut Prabowo.
Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk mendapatkan berita terkini dan terlengkap.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan