Jokowi Terus Ditanya soal Kabinet: Jangan Ikut Campur, Usul Boleh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko WIdodo bertemu dengan sejumlah Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Barat Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/2). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko WIdodo bertemu dengan sejumlah Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Barat Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/2). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Presiden Joko Widodo sempat mengeluh saat meresmikan pembukaan Konferensi Hukum Tata Negara ke-6 di Istana Negara, Jakarta Pusat. Bukan berkeluh kesah soal acara, tetap pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan kepadanya.

Di hadapan para peserta, Jokowi mengeluh banyak pihak yang menanyakan siapa saja yang masuk dalam susunan kabinet pemerintahan periode selanjutnya.

"Menuju tanggal 20 Oktober, ada-ada saja yang menanyakan pada saya. Pak, siapa sih nanti menteri-menterinya, Pak? Bapak A masuk ndak? Pak, Ibu B masuk enggak, Pak, ke kabinet?," ucap Jokowi menirukan pertanyaan yang kerap ditanyakan oleh sejumlah pihak, Senin (2/9).

Jokowi lantas menegaskan jawabannya akan tetap sama, yakni meminta seluruh pihak untuk sabar menunggu.

"Yang pertama ya kita sabar, tunggu waktunya pasti kita akan umumkan, " tuturnya.

kumparan post embed

Ia menjelaskan, berdasarkan konstitusi penyusunan kabinet merupakan hak prerogatifnya. Memang siapapun boleh mengusulkan nama, tetapi tidak berhak untuk ikut memutuskan.

"Dan yang sering saya sampaikan, setiap saat ada pertanyaan, ada pertanyaan itu (susunan kabinet) saya sampaikan konstitusi kita menyatakan bahwa itu hak prerogatif presiden. Jadi jangan ada yang ikut campur," tegas Jokowi.

"Usul boleh, bisik-bisik juga boleh. Tapi seperti tadi, ini kewenangan presiden, hak prerogatif presiden, " tutupnya.

Dalam peresmian itu turut hadir Menkumham Yasonna Laoly, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, hingga anggota BPIP Mahfud MD.